Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Ironi Program Makan Bergizi Gratis: 36 Siswa Bunobogu Keracunan, Siapa Bertanggung Jawab?

167
×

Ironi Program Makan Bergizi Gratis: 36 Siswa Bunobogu Keracunan, Siapa Bertanggung Jawab?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol TabeNews.com – Peristiwa keracunan makanan kembali mencoreng pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan catatan media di puskes Bunobogu, kejadian keracunan tersebut menimpa siswa SD Negeri 7 Bunobogu yang beralamat di Desa Domag Mekar, Kecamatan Bunobogu. Para siswa yang mengalami gejala keracunan langsung mendapatkan tindakan medis di Puskesmas Bunobogu.

Tak berselang lama, Sebanyak 3 siswa dari SD Negeri 3 Bunobogu juga mengalami gejala serupa dan turut dilarikan ke Puskesmas Bunobogu, sehingga total korban sementara mencapai 36 siswa.

Dari hasil pantauan di Puskesmas Bunobogu, kondisi para siswa cukup memprihatinkan. Sejumlah korban mengeluhkan pusing berat, sakit kepala, mual, sesak napas, bahkan ada yang mengalami kejang-kejang dan sempat pingsan. 

Situasi tersebut memicu kepanikan dan kekhawatiran mendalam dari para orang tua serta masyarakat yang memadati area puskesmas.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda, justru berubah menjadi musibah yang mengancam keselamatan anak-anak.

Salah satu hal krusial yang perlu menjadi catatan serius adalah siapa pemilik dan pengelola dapur MBG yang menyiapkan makanan tersebut. Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dapur MBG bukan sekadar tempat memasak, melainkan pusat penentuan kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak setiap hari. 

Oleh karena itu, pemilik dan pengelola dapur MBG seharusnya:

1. Memiliki standar kebersihan yang ketat.

2. Memastikan seluruh bahan makanan layak dan segar.

3.:Mengikuti prosedur pengolahan pangan yang aman.

4. Bertanggung jawab penuh dalam pengawasan distribusi makanan.

Kejadian ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak boleh longgar dan penunjukan dapur MBG tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. 

Diperlukan evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem kerja dapur, sumber bahan makanan, hingga kompetensi pengelola dan tenaga dapur.

Anak-anak adalah amanah. Keselamatan mereka jauh lebih penting daripada sekadar mengejar target program. 

Harapannya, insiden ini menjadi pelajaran berharga agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar membawa keberkahan, bukan meninggalkan luka dan trauma bagi generasi penerus bangsa.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300