Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Jaga Deca Siapkan Rangkaian Hari Tani Nasional 2026, Usung Semangat “Merebut Kembali Ruang Hidup”

8
×

Jaga Deca Siapkan Rangkaian Hari Tani Nasional 2026, Usung Semangat “Merebut Kembali Ruang Hidup”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUOL TABENEWS.COM — Jaringan Jaga Deca menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026. Rangkaian kegiatan tersebut mengangkat tema “Reclaim the Space: Merebut Kembali Ruang Hidup, Memperkuat Kuasa Rakyat untuk Mewujudkan Keadilan Agraria.”

Agenda yang disiapkan tidak hanya berfokus pada perayaan Hari Tani Nasional, tetapi juga membuka ruang diskusi dan pertukaran pengalaman terkait persoalan masyarakat pedesaan, pertanian, perkebunan sawit, lingkungan, perempuan, pemuda, hingga isu keadilan agraria.

Berdasarkan agenda yang diumumkan Jaringan Jaga Deca, rangkaian kegiatan dimulai dengan Rurai Convening pada 1 September 2026 dengan tema “Desa Terdampak Sawit dan Desa Menolak Ekspansi Sawit.”

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pengalaman masyarakat desa, khususnya berkaitan dengan keberadaan perkebunan sawit dan dinamika ruang hidup masyarakat pedesaan.

Selanjutnya, pada 14 September 2026, Jaga Deca akan menggelar Dialog Publik “Menakar Efektivitas Penetapan Harga TBS di Sulawesi Tengah.”

Isu harga Tandan Buah Segar (TBS) menjadi salah satu persoalan penting bagi petani sawit karena berkaitan langsung dengan pendapatan dan keberlanjutan usaha perkebunan masyarakat.

Melalui dialog tersebut, persoalan penetapan harga TBS di Sulawesi Tengah diharapkan dapat dibahas secara terbuka dengan melibatkan berbagai perspektif dan pengalaman di lapangan.

Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 24 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional, melalui agenda Karnaval Hari Tani Nasional.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyuarakan kembali berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat tani, terutama terkait ruang hidup, akses terhadap tanah, keberlanjutan pertanian dan keadilan agraria.

Tidak berhenti di sana, Jaringan Jaga Deca juga menjadwalkan Climate Camp/Kemah Iklim Pemuda pada 26–28 September 2026.

Agenda ini diarahkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan gagasan mengenai perubahan iklim serta persoalan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, pada 2–4 Oktober 2026, Jaga Deca akan menggelar Women Exchange: Pertukaran Pengalaman Perempuan Lingkar Sawit.

Agenda tersebut memberikan perhatian khusus terhadap pengalaman perempuan yang hidup di wilayah lingkar perkebunan sawit.

Pertukaran pengalaman ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk menyampaikan cerita, tantangan dan pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai perubahan sosial, ekonomi dan lingkungan di sekitar wilayah perkebunan.

“No Land, No Life”

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut membawa pesan utama yang ditampilkan dalam materi publikasi Jaga Deca, yakni “NO LAND, NO LIFE”tidak ada tanah, tidak ada kehidupan.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya tanah dan ruang hidup bagi keberlangsungan masyarakat, khususnya petani dan komunitas pedesaan.

Dalam konteks Kabupaten Buol, isu tersebut menjadi relevan karena masyarakat pedesaan memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber penghidupan.

Jaringan Jaga Deca sendiri selama beberapa tahun terakhir disebut melakukan pendampingan terhadap masyarakat pedesaan, termasuk petani plasma di wilayah perkebunan sawit Kabupaten Buol.

Melalui rangkaian Hari Tani Nasional 2026, organisasi tersebut kembali mendorong agar persoalan masyarakat tani tidak hanya menjadi pembicaraan di tingkat desa, tetapi mendapatkan ruang yang lebih luas dalam diskusi publik.

“Merebut Kembali Ruang Hidup, Memperkuat Kuasa Rakyat untuk Mewujudkan Keadilan Agraria” pun menjadi pesan utama yang hendak dibawa dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Agenda ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat, petani, perempuan, pemuda, organisasi masyarakat sipil dan berbagai pihak lainnya untuk memperbincangkan masa depan ruang hidup serta arah pembangunan agraria di Sulawesi Tengah.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300