Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

AIR MATA PETANI SAWIT BUOL TUMPAH! Kisah Perjuangan di Bukal Dibongkar Jaga Deca di Hadapan Wartawan

7
×

AIR MATA PETANI SAWIT BUOL TUMPAH! Kisah Perjuangan di Bukal Dibongkar Jaga Deca di Hadapan Wartawan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUOL TABENEWS.COM — Jaringan Jaga Deca memperkuat komunikasi dengan insan pers di Kabupaten Buol melalui kegiatan Media Gathering/Dinner bersama pimpinan redaksi dan jurnalis media massa, Rabu (9/9/2026), yang berlangsung di Sekretariat Jaringan Jaga Deca.

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi, perkenalan sekaligus membangun komunikasi antara Jaringan Jaga Deca dengan media massa sebagai bagian penting dalam penyampaian informasi dan pengawasan terhadap berbagai persoalan publik di Kabupaten Buol.

Dalam undangan tertanggal 8 September 2026 dengan nomor 016/SU/JJ-DECA/IX/2026, media massa disebut sebagai “pilar keempat” demokrasi. 

Media tidak hanya dipandang sebagai sarana penyampai informasi, tetapi juga memiliki fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan serta berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Media juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Di satu sisi, pers menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, sementara di sisi lain media memberikan ruang bagi kritik, harapan dan aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada para pengambil kebijakan.

Founder Jaringan Jaga Deca, Fatrisia N. Ain, yang dikenal sebagai salah satu aktivis perempuan, menekankan pentingnya membangun hubungan komunikasi dengan media dalam menciptakan ruang informasi publik yang terbuka, kritis, berimbang dan berdasarkan fakta.

Menurutnya, komunikasi dengan insan pers diperlukan agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak berhenti sebagai cerita di tingkat komunitas, tetapi dapat memperoleh perhatian publik dan menjadi bahan pertimbangan para pemangku kebijakan.

“Komunikasi dengan media penting agar berbagai persoalan masyarakat dapat memperoleh ruang dan perhatian publik,” ujarnya.

Jaringan Jaga Deca diketahui mulai diinisiasi sejak 2020. Dalam perjalanannya, jaringan tersebut menjalankan kerja-kerja pendampingan masyarakat di sejumlah sektor, terutama yang berkaitan dengan pertanian dan kehidupan masyarakat pedesaan.

Perwakilan Jaga Deca, Patricia Ain, mengatakan pihaknya juga telah bergabung dengan sejumlah organisasi di Sulawesi Tengah dalam kerja-kerja yang disebut berkaitan dengan keamanan holistik.

“Sejauh ini kami sudah bergabung dengan organisasi di Sulawesi Tengah untuk keamanan holistik,” ujar Patricia Ain.

Ia menjelaskan, Jaringan Jaga Deca kemudian secara resmi terdaftar pada 2024. Legalitas tersebut, menurutnya, diperlukan untuk memudahkan komunikasi dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kami secara resmi terdaftar di tahun 2024, tujuannya untuk memudahkan berkomunikasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Selama menjalankan aktivitasnya di Kabupaten Buol, Jaringan Jaga Deca juga disebut melakukan pendampingan terhadap petani plasma, termasuk masyarakat yang berada di wilayah perkebunan kelapa sawit.

Suasana Media Gathering berubah emosional ketika Sekretaris Jaga Deca, Seniwati, menceritakan pengalaman masyarakat petani sawit di wilayah Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol.

Dalam sesi berbagi cerita tersebut, Seniwati mengungkapkan berbagai persoalan yang menurutnya dihadapi petani plasma dalam hubungan kemitraan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Ia menyampaikan adanya persoalan ketidakadilan yang dirasakan petani dalam pelaksanaan hubungan kemitraan.

Cerita mengenai perjuangan masyarakat petani tersebut disampaikan dengan penuh emosi. Seniwati bahkan terlihat berkaca-kaca ketika mengisahkan pengalaman masyarakat yang selama kurang lebih empat tahun mendapatkan pendampingan dari Jaringan Jaga Deca.

Persoalan petani plasma dan hubungan kemitraan dengan perusahaan sawit menjadi salah satu isu yang selama ini dikawal organisasi tersebut di Kabupaten Buol.

Bagi Jaga Deca, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut hubungan ekonomi antara petani dan perusahaan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat pedesaan, akses terhadap ruang hidup, serta keadilan dalam pengelolaan sumber daya agraria.

Meski mendorong komunikasi yang lebih erat dengan media, Jaringan Jaga Deca menempatkan hubungan tersebut dalam kerangka profesionalisme jurnalistik.

Media tetap memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi berdasarkan fakta, melakukan verifikasi serta memberikan ruang yang berimbang kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan suatu persoalan.

Dengan demikian, sinergi antara organisasi masyarakat sipil dan media bukan semata-mata diarahkan untuk mempublikasikan kegiatan organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang pertukaran informasi mengenai persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih luas.

Dalam konteks Kabupaten Buol, sejumlah isu strategis yang dapat menjadi perhatian publik antara lain sektor pertanian, perkebunan sawit, pembangunan desa, pelayanan publik, lingkungan hidup, serta berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Selain membangun komunikasi dengan media, Jaringan Jaga Deca juga tengah menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026 yang diperingati setiap 24 September.

Rangkaian kegiatan tersebut mengusung tema:

“Merebut Kembali Ruang Hidup, Memperkuat Kuasa Rakyat untuk Mewujudkan Keadilan Agraria.”

Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya Rurai Convening pada 1 September yang membahas desa terdampak sawit dan desa yang menolak ekspansi sawit.

Selanjutnya, pada 14 September akan digelar dialog publik bertajuk “Menakar Efektivitas Penetapan Harga TBS di Sulawesi Tengah.”

Kemudian pada 24 September dijadwalkan Karnaval Hari Tani Nasional, dilanjutkan Climate Camp/Kemah Iklim Pemuda pada 26–28 September.

Sementara itu, agenda Women Exchange: Pertukaran Pengalaman Perempuan Lingkar Sawit dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026.

Melalui berbagai agenda tersebut, Jaringan Jaga Deca berencana kembali membawa isu masyarakat pedesaan, pertanian, perkebunan sawit, perempuan, pemuda, lingkungan dan keadilan agraria ke ruang diskusi publik.

Media Gathering di Sekretariat Jaga Deca pun menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi tersebut. Di tengah semakin kompleksnya persoalan masyarakat pedesaan, keterbukaan informasi dan ruang dialog dinilai menjadi bagian penting agar persoalan di tingkat akar rumput dapat diketahui publik dan memperoleh perhatian para pengambil kebijakan.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300