Gorontalo

Tanpa Banyak Sorotan, Gorontalo Diam-Diam Tuntaskan 100% Koperasi Desa Merah Putih

184
×

Tanpa Banyak Sorotan, Gorontalo Diam-Diam Tuntaskan 100% Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo, Tabenews.Com, 17 Juni 2025 — Di tengah minimnya sorotan media nasional, Provinsi Gorontalo justru mencatatkan capaian luar biasa: menyelesaikan 100 persen tahap awal pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Keberhasilan ini langsung mendapat apresiasi dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Yandri Susanto, S.Pt.

Kunjungan Menteri Yandri ke Gorontalo menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa Gorontalo patut menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pelaksanaan program strategis nasional berbasis desa. Ia menyebut langkah Gorontalo sebagai wujud nyata komitmen daerah dalam membangun ekonomi dari tingkat akar rumput.

Advertising
banner 325x300
Advertising

“Gorontalo menjadi provinsi yang menunjukkan komitmen kuat untuk menggerakkan ekonomi desa melalui koperasi. Ini merupakan sinyal positif bagi upaya kita membangun Indonesia dari pinggiran,” kata Menteri Yandri dalam sambutannya di hadapan para pemangku kepentingan daerah.

Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa. Melalui kerja sama lintas sektor—Kemendes PDTT, Kementerian Koperasi dan UKM, dan pemerintah daerah—program ini menargetkan pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.

Di Gorontalo, seluruh 657 desa dan kelurahan telah menyelesaikan tahap awal pembentukan koperasi, termasuk legalitas awal dan struktur kelembagaan. Hal ini dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Gubernur Gorontalo menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta partisipasi aktif masyarakat desa. Ia menekankan bahwa koperasi bukan sekadar struktur administratif, melainkan instrumen nyata transformasi ekonomi desa.

“Kami menjadikan koperasi sebagai garda depan ekonomi kerakyatan. Pembentukan koperasi di setiap desa bukan hanya formalitas, tetapi fondasi bagi transformasi ekonomi yang berbasis pada potensi lokal,” jelasnya.

Menteri Yandri juga menyatakan bahwa program ini tidak berhenti pada pembentukan semata. Kemendes PDTT akan terus memberikan pendampingan, pelatihan manajemen koperasi, hingga membuka akses pembiayaan dan digitalisasi pasar untuk mendorong koperasi menjadi lembaga usaha desa yang mandiri dan berdaya saing.

Example 468x60
Example 120x600