Gorontalo

Emas Ilegal di Bandara: Transparansi Polres Gorontalo Dipertanyakan

56
×

Emas Ilegal di Bandara: Transparansi Polres Gorontalo Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo, Tabenews.Com – Penangkapan emas ilegal seberat sekitar 1 kilogram di Bandara Djalaluddin Gorontalo kembali menjadi sorotan.

Arya Sahrain, yang mengikuti kasus ini secara dekat, menegaskan bahwa aparat kepolisian harus bersikap transparan dan bertanggung jawab agar kasus serupa tidak terus terjadi.

Advertising
banner 325x300
Advertising

“Ini bukan sekadar penemuan emas. Publik perlu tahu dari mana emas ini berasal, siapa yang terlibat, dan bagaimana proses hukumnya. Tanpa keterbukaan, masyarakat akan terus curiga dan kasus ini bisa terulang,” tegas Arya.

Arya mengingatkan, kasus penyelundupan emas bukan pertama kali terjadi di Gorontalo. Tahun sebelumnya, ada penangkapan emas dengan modus serupa, namun penjelasan dari Polres dinilai tidak cukup jelas dan menimbulkan pertanyaan publik.

“Kalau dulu alasan Polres soal bukti tidak cukup dijadikan alasan menutup kasus, itu jelas tidak tepat. Saat ini saya menuntut Polres Gorontalo untuk memberikan informasi yang lengkap, termasuk perkembangan penyidikan dan siapa saja yang bertanggung jawab,” tambah Arya.

Arya juga menekankan agar aparat tidak hanya berhenti pada kasus temuan emas kali ini, tetapi menelusuri jaringan di balik penyelundupan dan kaitannya dengan aktivitas pertambangan ilegal di beberapa wilayah di Gorontalo.

“Ini soal tanggung jawab. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang jelas agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” pungkas Arya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyelundupan emas ilegal adalah persoalan serius yang memerlukan penanganan tegas, transparan, dan berkelanjutan dari aparat hukum Gorontalo.

Example 468x60
Example 120x600