Gorontalo

Agung Datau: Isu / opini Sampah Tanpa Data Itu Menyesatkan Publik

71
×

Agung Datau: Isu / opini Sampah Tanpa Data Itu Menyesatkan Publik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo, Tabenews.Com — Pemuda Kota Gorontalo, Agung Datau, menilai tudingan yang menyebut Wali Kota Gorontalo gagal mengatasi persoalan sampah sebagai narasi yang dipaksakan dan tidak memiliki dasar data yang jelas.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa disederhanakan dengan menuding satu pihak, terlebih jika hanya bertujuan membangun opini negatif di ruang publik.

Advertising
banner 325x300
Advertising

“Kalau ada yang mengatakan Kota Gorontalo penuh sampah, sebutkan saja secara jelas lokasinya di mana. Jangan hanya melempar opini liar yang seolah-olah seluruh kota berada dalam kondisi seperti itu,” tegas Agung.

Ia menilai pernyataan semacam itu justru menunjukkan ketiadaan data dan argumentasi yang kuat, karena hingga kini tidak pernah dijelaskan titik-titik lokasi yang dimaksud maupun dasar pengambilan kesimpulan tersebut.

Agung juga mempertanyakan apakah pihak yang melontarkan komentar tersebut benar-benar masyarakat Kota Gorontalo, atau justru pihak luar yang mencoba membangun persepsi tanpa memahami kondisi riil di lapangan.

“Kalau memang berbicara atas nama masyarakat, mana datanya? Apakah ada survei langsung? Apakah ada pengaduan resmi dari warga? Atau ini hanya opini yang sengaja diciptakan untuk menyerang Wali Kota?” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah kota tidak tinggal diam. Belakangan ini bahkan dilakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai platform media sosial terkait Peraturan Daerah tentang larangan membuang sampah sembarangan yang disertai sanksi denda, sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik.

Menurut Agung, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.

“Tidak adil jika semua kesalahan ditimpakan kepada Wali Kota, sementara kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan juga menjadi faktor penting,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak perubahan nyata di Kota Gorontalo justru jarang diangkat oleh pihak-pihak yang gemar membangun opini negatif.Beberapa lokasi yang dahulu dikenal kumuh, dipenuhi sampah, dan menimbulkan bau tidak sedap kini telah berubah menjadi ruang publik yang lebih tertata dan dimanfaatkan masyarakat, bahkan menjadi tempat aktivitas UMKM anak-anak muda.

Contohnya di kawasan Agus Salim, Taman Kota, dan Pasar Sentral, yang sebelumnya sering dipenuhi sampah dan menimbulkan bau tidak sedap, kini jauh lebih tertata dan menjadi ruang aktivitas masyarakat.

“Ini fakta yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Jadi jangan membangun opini seolah-olah kota ini tidak melakukan apa-apa,” tegasnya.

Agung menilai kritik tentu sah dalam demokrasi. Namun kritik harus jujur, berbasis data, dan tidak dibangun dari narasi yang menyesatkan publik.

“Kalau mau kritik, kritiklah dengan data dan fakta. Jangan hanya memproduksi opini murahan yang tujuannya jelas untuk menyerang. Masyarakat Gorontalo tidak butuh propaganda seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Kota Gorontalo sudah cukup cerdas dalam menilai perkembangan daerahnya sendiri. Karena itu, warga tidak akan mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang mencoba membenturkan kepemimpinan sekarang dengan kepemimpinan sebelumnya.

Menurut Agung, masyarakat adalah saksi langsung terhadap dinamika pembangunan yang terjadi dari waktu ke waktu.

“Warga kota ini tahu persis bagaimana perkembangan daerahnya. Mereka melihat langsung perubahan yang terjadi. Karena itu, masyarakat tidak akan mudah termakan oleh narasi tentang persoalan sampah yang tidak disertai data, fakta, maupun lokasi yang jelas,” pungkasnya.

Example 468x60
Example 120x600