tolitoli

Tahapan Pilkades PAW di Bajugan Masuki Pemeriksaan Berkas, Empat Nama Berebut Kursi Kepala Desa

254
×

Tahapan Pilkades PAW di Bajugan Masuki Pemeriksaan Berkas, Empat Nama Berebut Kursi Kepala Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tolitoli — Suasana politik di Desa Bajugan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, mulai memanas setelah panitia Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) menyerahkan berkas para bakal calon kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) pada Senin (8/9/2025). Penyerahan ini menandai masuknya tahapan krusial, di mana setiap dokumen akan diteliti secara detail sebelum para kandidat dinyatakan lolos ke tahap seleksi berikutnya.

Empat nama telah resmi mendaftarkan diri: Intan Permata Sari, S.Pd, Junaidi Tahir, SE, Irnaini Irwan, dan Rosmawati, SM. Mereka kini menanti hasil pemeriksaan berkas dari Bidang Pemerintahan Desa. Bagi masyarakat Bajugan, nama-nama ini tidak hanya mewakili calon pemimpin administratif, tetapi juga simbol harapan baru bagi arah pembangunan desa yang sempat terhenti karena kekosongan jabatan.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Namun, dinamika politik lokal memastikan jalan menuju kursi kepala desa tidak mulus. Salah satu panitia pilkades menegaskan bahwa dari empat nama yang diajukan, hanya tiga yang akan melaju ke tahap final. “Secara otomatis akan ada satu calon yang gugur. Itu aturan mainnya,” ujarnya. Proses eliminasi ini dipandang sebagai ujian awal terhadap transparansi dan netralitas panitia.

Kecurigaan masyarakat terhadap praktik “main mata” di tingkat kabupaten membuat panitia Pilkades Bajugan berulang kali menegaskan sikap netral mereka. “Kami ingin memastikan pesta demokrasi ini benar-benar jujur dan adil. Jangan sampai muncul isu miring bahwa panitia bermain di belakang layar,” kata salah satu anggota panitia dengan nada tegas.

Di sisi lain, pesta demokrasi desa ini tak sekadar ajang pemilihan, melainkan juga cermin partisipasi warga. Bagi sebagian masyarakat, momentum PAW menjadi kesempatan emas untuk menilai siapa kandidat yang mampu menjaga stabilitas sosial, sekaligus menjawab kebutuhan mendasar warga. Pilihan mereka pada akhirnya akan sangat menentukan arah Bajugan beberapa tahun ke depan.

Tanggal 4 Oktober 2025 telah ditetapkan sebagai hari pemungutan suara. Panitia berharap agenda ini berlangsung damai, aman, dan tanpa gesekan. “Kalau bukan kita yang menjaga ketertiban, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” seru panitia, menekankan bahwa pilkades harus dimaknai sebagai pesta rakyat, bukan sekadar pertarungan politik.

Dengan latar masyarakat desa yang kian kritis, Pilkades Bajugan tahun ini diprediksi menjadi salah satu kontestasi lokal yang paling dinamis di Tolitoli. Semua mata kini tertuju pada tahapan seleksi berkas dan proses eliminasi kandidat, yang akan membuka jalan bagi tiga nama untuk melangkah menuju panggung utama pesta demokrasi desa.

Example 468x60
Example 120x600