JAKARTA — Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) serentak di empat provinsi pada Sabtu, 15 November. Agenda yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PAN, Dr. Zulkifli Hasan, dari kantor DPP PAN di Jakarta ini dilaksanakan secara daring, menandai semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam aktivitas politik internal partai.
Di Toli-Toli, jajaran DPD PAN mengikuti Musda dari Hotel Bumi Harapan. Ruang konferensi hotel tersebut dipadati para kader yang mengikuti jalannya kegiatan melalui layar monitor besar. Antusiasme tampak sejak awal, terutama ketika arahan dari DPP dipaparkan secara langsung melalui sambungan virtual.
Momen penting bagi PAN Toli-Toli hadir ketika Moh. Besar Bantilan resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PAN, menggantikan ayahnya, Moh. Saleh Bantilan. Putra Raja Tolitoli yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Toli-Toli itu dinilai menjadi representasi regenerasi sekaligus penguatan struktural PAN di daerah.
Penunjukan Moh. Besar Bantilan mendapat respons positif dari para kader. Dengan latar belakang birokrasi serta pengaruh historis keluarga Bantilan, ia diyakini mampu membawa PAN Toli-Toli lebih solid dan kompetitif dalam menghadapi dinamika politik lokal yang kian ketat.
DPW PAN Sulawesi Tengah memberikan waktu sepuluh hari bagi Moh. Besar Bantilan untuk menyusun struktur lengkap pengurus DPD PAN Toli-Toli. Pembentukan formasi baru ini dianggap penting sebagai dasar konsolidasi organisasi menuju agenda-agenda strategis berikutnya.
Dalam arahannya, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa setiap kader harus mampu menghadirkan program nyata bagi masyarakat. “Kita adalah partai pemerintah. Kader PAN harus bekerja nyata, bukan sekadar slogan,” ujarnya menegaskan.
Dengan penyegaran kepemimpinan di berbagai daerah, termasuk hadirnya figur baru seperti Moh. Besar Bantilan di Toli-Toli, PAN menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan pelayanan politik bagi masyarakat.








