Tolitoli, TabeNews.com – Upaya penyelesaian status aset daerah yang menyangkut kepentingan mahasiswa kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Buol. Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buol melakukan audiensi dengan Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, di Wisma Rumah Jabatan Bupati Tolitoli, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas penyelesaian permasalahan bangunan asrama milik Pemerintah Kabupaten Buol yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Tolitoli yang berada di Kota Palu.
Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan, serta semangat membangun sinergi antardaerah.
Dalam diskusi yang berlangsung cukup intens, kedua kepala daerah sepakat untuk menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius, objektif, dan konstruktif guna memperoleh solusi terbaik yang dapat memberikan kepastian hukum dan manfaat bagi kedua pemerintah daerah.
Bupati Tolitoli menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tolitoli meminta Pemerintah Kabupaten Buol untuk menyampaikan surat resmi terkait status dan permasalahan asrama tersebut.
Surat tersebut nantinya akan menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dalam forum bersama sebagai langkah awal mencari solusi yang adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi, kedua pemerintah daerah sepakat membentuk tim khusus yang melibatkan perangkat daerah terkait dari Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli.
Tim tersebut akan bertugas melakukan kajian administrasi, hukum, dan teknis terhadap status aset dimaksud serta menyiapkan rekomendasi penyelesaian yang dapat diterima kedua belah pihak.
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan komitmen yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam membuka ruang dialog dan komunikasi yang baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurutnya, kerja sama dan koordinasi yang erat antar pemerintah daerah sangat penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan aset daerah, terlebih yang menyangkut kepentingan masyarakat dan dunia pendidikan.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita dapat menemukan solusi terbaik yang memberikan kepastian serta manfaat bagi masyarakat, khususnya mahasiswa asal Kabupaten Buol yang sedang menempuh pendidikan di Kota Palu dan memanfaatkan fasilitas asrama tersebut,” ujar Bupati Buol.
Sementara itu, Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, berharap penyelesaian persoalan asrama dapat dilakukan melalui pendekatan musyawarah dan semangat persaudaraan antardaerah.
Menurutnya, hubungan baik yang selama ini terjalin antara Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli harus terus dipelihara sebagai modal penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas daerah.
“Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan bersama, asas keadilan, serta tetap berpedoman pada aturan yang berlaku sehingga menghasilkan keputusan yang terbaik bagi kedua daerah,” ungkapnya.
Keberadaan asrama mahasiswa dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung akses pendidikan bagi putra-putri daerah yang menempuh studi di Kota Palu. Karena itu, penyelesaian status asrama menjadi penting agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal dan memberikan kepastian bagi para mahasiswa yang tinggal di dalamnya.
Audiensi diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kedua pemerintah daerah untuk terus memperkuat hubungan kerja sama, komunikasi, dan koordinasi dalam mendukung pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Redaksi










