buol

Musrenbang Kecamatan Gadung Digelar di Desa Taat, Bupati Buol Ajak Masyarakat Bersatu Turunkan Stunting dan Kemiskinan

57
×

Musrenbang Kecamatan Gadung Digelar di Desa Taat, Bupati Buol Ajak Masyarakat Bersatu Turunkan Stunting dan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com – Pemerintah Kabupaten Buol melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Gadung yang dipusatkan di Desa Taat, Kecamatan Gadung, pada Jumat (27/2/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan kondisi keuangan daerah serta arah kebijakan pembangunan ke depan.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Kegiatan Musrenbang dihadiri langsung oleh Risharyudi Triwibowo, wakil Bupati Buol, Dr. Moh Nasir DJ Daimaroto SH., MH, Sekda Buol, Moh Yamin Rahim SH., MH, Anggota DPRD Buol, staf Bupati, OPD sekabupaten Buol, unsur pemerintah kecamatan, para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Gadung.

Dalam sambutannya, Bupati Buol menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan ruang pertemuan antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan untuk menyusun perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.

“Musrenbang ini sejatinya adalah tempat bertemunya masyarakat, pemimpin, dan wakil rakyat untuk merancang program pembangunan kecamatan yang nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan di tingkat kabupaten,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan kondisi fiskal daerah yang saat ini tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025 Kabupaten Buol mengalami pengurangan anggaran transfer ke daerah sebesar sekitar Rp86 miliar. Kebijakan efisiensi tersebut merupakan bagian dari penyesuaian anggaran nasional.

“Efisiensi ini bukan sekadar pemotongan, tetapi realokasi anggaran. Kita diminta untuk berpikir ulang dan menyusun kembali perencanaan pembangunan agar lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin menantang karena belanja pegawai di Kabupaten Buol saat ini mencapai sekitar 51 persen dari total anggaran, dengan jumlah aparatur pemerintah sekitar 7.600 pegawai yang melayani 11 kecamatan, 108 desa, dan 7 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 165 ribu jiwa.

Selain membahas kondisi keuangan daerah, Bupati juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mendukung berbagai program nasional yang saat ini dijalankan pemerintah pusat, salah satunya program makan bergizi gratis.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut menyasar puluhan ribu masyarakat, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga pelajar dari tingkat PAUD sampai SMA.

“Dari sekitar 165 ribu penduduk di Kabupaten Buol, kurang lebih 70 ribu orang akan menerima program makan bergizi gratis. Ini bukan hanya program kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Bupati menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut akan mendorong perputaran ekonomi daerah, seperti kebutuhan telur, ikan, sayur, dan bahan pangan lainnya yang dapat dipasok oleh masyarakat dan kelompok usaha desa.

Ia pun mendorong pemerintah desa untuk menangkap peluang tersebut dengan mengembangkan usaha-usaha produktif yang dapat mendukung program makan bergizi gratis.

“Kalau desa mampu menyiapkan produk pangan lokal untuk menyuplai kebutuhan program ini, maka perputaran ekonomi di daerah kita bisa mencapai ratusan miliar rupiah dalam setahun,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyinggung rencana program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa.

Menurutnya, meskipun terdapat berbagai keterbatasan seperti ketersediaan lahan dan keterbatasan anggaran desa, pemerintah desa diharapkan tetap berupaya mencari solusi agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.

Dalam arahannya, Bupati Buol juga menegaskan bahwa penurunan angka stunting dan kemiskinan menjadi indikator penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah oleh pemerintah pusat.

Ia menyampaikan bahwa jika indikator tersebut tidak menunjukkan perbaikan, maka kemungkinan besar daerah akan kembali mengalami pemotongan anggaran.

“Kalau kita tidak mampu menurunkan angka stunting dan kemiskinan, maka bukan tidak mungkin efisiensi anggaran akan kembali terjadi,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat untuk bersama-sama bekerja menurunkan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kebersamaan serta tidak hanya mengandalkan kekuatan pemerintah semata dalam membangun daerah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar Kabupaten Buol diberikan kemudahan dalam pembangunan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.

“Selain bekerja dan berusaha, mari kita juga memperkuat doa. Semoga Allah membuka pintu rahmat dan rezeki untuk daerah kita sehingga pembangunan di Kabupaten Buol dapat berjalan lebih baik,” tutupnya.

Melalui pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Gadung ini, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah sehingga program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600