Gorontalo, Tabenews.Com — 8 Menanggapi pemberitaan media daring yang menyorot dugaan Gusnar Ismail menjagokan menantunya menjadi Komisaris Bank SulutGo, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kota Gorontalo memberikan tanggapan kritis namun proporsional.
Menurut Ketua IMM, penting untuk menjaga objektivitas dalam menilai siapa pun yang diusulkan dalam jajaran Komisaris BSG, termasuk apabila yang bersangkutan memiliki hubungan keluarga dengan tokoh politik. Namun, tuduhan nepotisme tidak bisa serta-merta dilayangkan hanya karena ada hubungan keluarga.
“Kita semua tahu bahwa orang yang maksud dalam opini tersebut memang anak Mantu dari Gusnar Ismail. Tapi persoalannya bukan soal hubungan keluarga, melainkan soal apakah yang bersangkutan punya kapasitas atau tidak. Kalau dia punya kompetensi dan kontribusi yang bisa diberikan, kenapa tidak?” ujar Ketua IMM Cabang Kota Gorontalo.
Ia menegaskan bahwa BSG adalah bank milik bersama antara Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, dan sudah semestinya putra-putri Gorontalo yang berkompeten diberikan ruang di dalam struktur manajemen.
“Jangan sampai kita justru menutup peluang SDM Gorontalo sendiri hanya karena asumsi-asumsi negatif. Kritik boleh, tapi harus berbasis data. Jangan sampai kita sendiri yang melemahkan posisi Gorontalo di BSG,” lanjutnya.
IMM juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas proses pemilihan Dewan Komisaris dan Direksi melalui mekanisme RUPS, tanpa intervensi kekuasaan, tetapi juga tanpa prasangka yang merugikan.
“Kalau memang ada konflik kepentingan, tentu harus dikritisi. Tapi kalau hanya karena faktor kekerabatan lalu langsung diasumsikan ada nepotisme, itu tidak adil. Kita harus bicara fakta, bukan sekadar opini,” tutupnya.









