Tolitoli – 5 Juni 2025
Sejumlah wartawan di Kabupaten Tolitoli memutuskan keluar dari grup WhatsApp “Rekan Media Polres Tolitoli” sebagai bentuk protes atas minimnya akses informasi dari institusi tersebut. Mereka merasa sejak kepemimpinan AKBP Wayan Wayracana Aryawan, S.I.K., sebagai Kapolres Tolitoli, hubungan antara kepolisian dan insan pers semakin renggang.
“Seharusnya wartawan mudah mendapatkan informasi terkait kinerja Polres Tolitoli, bukan malah kesulitan seperti sekarang,” tegas Ketua Komunitas Wartawan Tolitoli (KAWAT), Rahmadi Manggona, pada Kamis malam (5/6/2025) pukul 21.47 WITA.
Di tengah polemik itu, Kasat Narkoba Polres Tolitoli IPTU Herman Yosef mengambil langkah berbeda. Ia menemui sejumlah wartawan untuk sekadar ngopi bersama di sebuah warung kopi di perempatan kota. Pertemuan itu berlangsung santai namun penuh makna, dengan IPTU Herman menjelaskan berbagai hal terkait kinerja Satuan Narkoba yang dipimpinnya.
Dalam perbincangan tersebut, IPTU Herman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup-nutupi informasi terkait pengungkapan kasus narkoba. “Kalau teman-teman wartawan bertanya, saya pasti beri jawaban, kecuali kasus yang masih dalam pengembangan,” ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa dalam penyampaian informasi resmi, dirinya tetap harus mengikuti mekanisme satu pintu. “Sebagai Kasat, tentu tidak semudah itu mengundang wartawan atau memberi keterangan pers langsung. Saya tetap punya atasan,” jelas IPTU Herman.
Situasi ini berbeda jauh dengan masa kepemimpinan Kapolres sebelumnya, di mana Polres Tolitoli rutin menggelar jumpa pers setiap hari Jumat. Acara itu biasanya dikemas dalam bentuk kopi pagi (coffee morning) yang berpindah-pindah di beberapa warkop dalam kota Tolitoli. Selain menyampaikan informasi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat sinergi antara polisi dan insan pers.
Namun, sejak AKBP Wayan Wayracana Aryawan menjabat sebagai Kapolres, kegiatan semacam itu sudah tidak lagi diadakan. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Polres terkait penghentian rutinitas tersebut.
Wartawan berharap ke depan ada perbaikan dalam komunikasi antara institusi Polri dengan media, demi terciptanya keterbukaan informasi yang sehat dan profesional.
Reporter: Armen Djaru








