TOLITOLI TABEnews .– Ngobrol pertanian Indonesia (NGOPI) di Buya Sea Food semalam, canda tapi serius.
Bagaimana tidak? Dua institusi berbeda–Kadia TPH Rustan Rewa dan Humas Polres Iptu Anshari Tolah –saling melontar ide dan pendapat.
NGOPI yang digelar malam tadi itu, karuan seru.
Bagi saya hal atau moment seperti ini sangat bermanfaat apalagi banyak masukan untuk perbaikan ke depan kita akan singkronkan dengan program yang digagas pemerintah –Dinas.
Saat ini, dinas TPH sedang mengupayakan desa Lantapan menjadi daerah pertanian terintegrasi.
Bekerjasama dengan Balai Karantina Palu, Sulawesi Tengah, kami sementara menyusun strategi itu karena di desa itu ada potensi.
Dengan luasan sawah mencapai 300 an hektar, perkebunan Kopi sekitar 10.000 pohon, durian lokal dan Montong serta musangking, kelapa, coklat, pala dan Mina Tani serta peternakan.
Selain itu, kita juga bisa mengbanvkan tanaman obat di areal ini dan tanaman holtikultura lainnya seperti jagung dan sayur mayur.
Kita akan ajukan ke Kementan kawasan ini semoga saja bisa menjadi fakta. Pekan lalu, sudah ditinjau Kepala Balai Karantina Palu, ungkap Rustan Rewa.
Dalam peningkatan ekonomi, sektor pertanian, perkebunan dan perikanan memiliki nilai strategis.
Sektor ini sangat berperan dalam perbaikan hajat hidup banyak orang. Tak terkecuali, ekonomi Tolitoli sangat bertumpuh pada tiga sektor ini.
Dari ketig sektor ini, daerah bisa membangun UMKM yang handal dan terlatih.
Bahan baku sektor ini memerlukan orang orang UMKM terlatih.
Seyogyanya, steakholder, pimpinan daerah bisa menempatkan orang yang memiliki kemampuan mengelolah instansi OPD ini.
Tidak sekadar berilmu. Mampu menterjemahka visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli. Memiliki akse bagus ke ‘atas’ agar bisa disinergikan untuk membangun daerah itu. Semoga!











