Tolitoli, TABEnews. com– Sistim distribusi gas bersubsidi masih terbuka celah dimainkan baik Agen apalagi pengecer dan pangkalan, menambah panjang cerita nasib orang miskin yang harus menikmati.
Demikian halnya dengan pengawas yang mendua dan terkesan tidak paham tanggung jawab nya menjadi catatan merah pada Rapat Dengar Pendapat (RDP), pada Kamis (20/72023).
RDP yang dipimpin Wakil Ketua Jemy Yusup didampingi Wakil ketua Asi Bestari dan Sekwan Anjasmara, berlangsung lebih kurang tiga jam dengan menghasilkan tujuh kesimpulan sebagai rekomendasi dewan.
Diantara tujuh keputusan itu adalah Usul penambahan kuota
Usul pembatasa pemakaian
Tim pengendali bersurat ke gubernur
MP. Yg jual gas
Evaluasi menyeluruh agen, pengecer
Penegakan hukum
Menurut praktisi hukum Usman Ali SH, terkait gas bersubsidi negara tidak boleh mainkan para pihak yang berkepentingan sesaat.
“Jangan ada yang memanfaatkan situasi di tengah terbatasnya kuota yang diberikan pemerintah, “jelas saat diberi kesempatan bicara.
Kasihan kata lower ini kalau kita main mainkan jatah orang miskin yang disubsidi oleh pemerintah.
Sementara pegiat sosial, Yusuf Mappiase, mengatakan masih ada pangkalan yang dengan bertanggung jawab atas penyalurusan gas bersubsidi ini.
Bagaimana mungkin bisa ditindaki pangkalan menjual gas Melon diatas harga eceran tetap (HET).
Perwakilan dari PT Pertamina, Alfian mengungkapkan bahwa kuota untuk Tolitoli ada sebanyak 3.244 metrik ton jatah tolitoli 2023, sama dengan 1 juta lebih tabung.
Kuota ini seharusnya dinikmati warga kategori miskin, bukan pura pura miskin saat ada pembagian gas Melon.
Kepala Dinas sosial, Farhan T Dg Parebba mengungkapkan ada 44.071 kk miskin atau 131.000 jiwal lebih.
Di akhir RDP pimpinan sidang Jemy Yusuf, menyentil salah satu Kabid di OPD yang harus memahami tanggungjawab nya yang negara amanatkan.
@234








