Tolitoli, Tabenews.com,-
Anggota Fraksi Amanat Perjuangan Moh Mubarak, minta agar dilakukan evaluasi menyeluruh soal Gas melon.
Hal itu diungkapkannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan OPD dan pihak Pertanian dan Agen sampai Pengecer Melon 3 Kg, Kamis (20/7/2023).
Rapat yang dipimpin Jemy Yusuf dan didampingi Asis Bestari itu, di akhirnya terjadi pengusiran seorang aktivis dari ruang rapat.
Sejumlah LSM, pesimis RDP menghasilkan keputusan yang maksimal dan benar benar pro rakyat miskin.
Indikatornya, menurut catatan ada empat kali RDP selalu saja dalam perjalanan bantuan subsidi orang miskin itu ‘dimainkan’ .
Ini berjalan, selain sistem yang buruk juga sangat lemahnya pengawasan.
Olehnya kata Mubarak, harus ada evaluasi menyeluruh. Pangkalan, pengecer jika nakal dihentikan dan dipidana sebagaimana aturannya.
Politisi PAN Tolitoli minta agar pengawasan betul betul dijalankan dan disanksi bagi yang melanggar ketentuanny.
Tidak hanya soal harga, sinyalemen ada kurir yang dapat pekerjaan dari persekongkolan pangkalan dengan usaha atau bisnis yang menggunakan melon 3 Kg.
Anleg lainnya mengaku mendapat laporan ada pangkalan dalam kota yang diduga mwnjual melon kepada yang berhak karena harga di atas HET.
“Ada pangkalan yang baru beberapa menit gas tiba, begitu datang masyarakat ee sudah habis, ” ungkap H Adam.
Akhir RDP, Jemy Yusuf menyatakan mendukung sanksi pidana bagi yang main mainkan melon 3 Kg ini.
Politisi Golkar itu sepakat, pengawasan dan evaluasi serta sanksi harus dilakukan agar hal ini tidak ulang ulang terjadi.








