Tolitoli, TABEnews.– Pernyataan Unit Manager Comunication & CSR PT Pertamina Marketing Oprasional Regional (MOR) VII Makassar Laode Syarifudin memastikan Stok Bahan Bakar minyak (BBM) di Wilayah Sulawesi Tengah Khsusunya di Kabupaten Tolitoli dan Buol Mencukupi, tidak sesuai fakta.
Paslnya, terpantau unit SPBU di Tolitoli antara tanggal 4-5 November tidak bisa melayani warga karena tidak ada stok.
Syarifudin seperti dikutif dari berita RRI.co hari ini mengatakan diduga ada kekeliruan dalam penyaluran BBM sehingga tidak semua warga yang membutuhkan bisa terlayani.
Dicontohkan jika untuk wilayah Kabupaten Tolitoli penyaluran BBM Jenis pertalite sebanyak 16 Kilo liter perhari di Tambah Pertamax 8 Kilo liter hal ini dinilai cukup jika mengacu pada Jumlah penduduk dan kendaraan yang ada, sebab dalam penyaluran BBM Pertamina menyesuaikan berdasarkan data estimasi kebutuhan Warga dsetiap Wilayah.
Minimnya Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM ) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Tolitoli menyulitkan sejumlah masyarakat utamnya yang berpropesi sebagai sopir atau pengemudi Mobil rental.
Yamin Sopir rental tujuan Tolitoli Buol mengatakan ,dengan langkanya BBM saat ini membuat dirinya harus antri berjam-jam di SPBU dan terkadang sudah antri lama tidak kebagian sementara harus segera berangkat mengantar penumpang .
“Iya tidak ada Premium serta pertalit di pom bensin , terpaksa isi di pengecer satu botol pertalite sepuluh ribu ,kemarin terpaksa isi sepuluh botol mau tidak mau penumpang so ba tunggu”Ungkap Yamin Jumat(5/11/2021)
Selain pengemudi rental ,langkanya BBM di tolitoli juga di rasakan para nelayan salah satunya Rukmin nelayan pulau kabetan kepada RRI Mengatakan ,Sudah sebulan ini Dirinya sulit mendapatkan BBM jenis Premiun termasuk Solar.
“So satu bulan lebih , kesulitan dapat Bensin serta Solar ,kalao ndak ada BBM tidak melaut, melaut paling-paling cuma di pinggir untuk lauk hari-hari saja,” keluh Rukmin .
Seperti diberitakan empat hari terakhir Tolitoli krisis Semua Jenis BBM karena di SPBU Tolitoli langka, kalaupun ada akan langsung diserbu masyarakat atau sore hari sudah habis.
Akibatnya antrian panjang kendaraan roda dua, roda empat termasuk masyarakat yang antri mengunakan Jirgen menjadi pemandangan disetiap SPBU.
Kesempatan di tengah krisis ini ada pengecer menaikkan harga dari Rp 10.000/botol sore ini terpantau naik jadi Rp 11.000/botol.sy












