Gorontalo

Lawan atau Tertindas: Mengapa Aksi 1-7 Mei Adalah Harga Mati bagi Rakyat ? Oleh : Al-Jufri

1
×

Lawan atau Tertindas: Mengapa Aksi 1-7 Mei Adalah Harga Mati bagi Rakyat ? Oleh : Al-Jufri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo, Tabenews.Com — Sejarah tidak pernah ditulis oleh mereka yang diam, melainkan oleh mereka yang berani melangkah di garis depan demi kebenaran. Mulai tanggal 1 hingga 7 Mei mendatang, di bawah komando Yosar Ruiba, rakyat Pohuwato akan turun ke jalan untuk menagih janji negara yang tertuang dalam UU Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat UU Minerba, karena penambang rakyat berhak mendapatkan pengakuan atas ruang kelola ekonomi mereka sebagaimana dijamin dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 tentang kemakmuran rakyat

“Hanya ada satu kata: Lawan..! karena ketika ketidakadilan menjadi hukum, maka perlawanan menjadi kewajiban yang suci bagi setiap anak bangsa yang merdeka.”

Advertising
banner 325x300
Advertising

Ada yang salah dengan tata kelola kita. rakyat dipaksa mengalah sementara korporasi merajalela. Bagaimana mungkin Rakyat dipaksa tunduk, sementara perusahaan raksasa terus mengeruk emas..? PP Nomor 39 Tahun 2025 (Pasal 26F) kini secara tegas memberikan prioritas pengelolaan wilayah pertambangan kepada koperasi dan UMKM hingga luas 2.500 hektare.

Ingatlah, “Lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut di bawah kaki penindas, sebab martabat tidak bisa ditukar dengan janji-janji manis birokrasi”.

Pemerintah Provinsi tidak lagi bisa bersembunyi di balik dalih keterbatasan anggaran atau wewenang. Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 55 Tahun 2022 telah memberikan kunci delegasi IPR ke tangan Gubernur. Terlebih, UU APBN 2025 telah mengalokasikan dana transfer daerah untuk pendampingan teknis dan delineasi wilayah. Jika regulasi ada dan anggaran tersedia namun WPR tak kunjung ditetapkan, maka itu adalah pengkhianatan nyata.

“Keadilan yang tertunda adalah ketidakadilan yang disengaja.”

Penambang lokal terus dibiarkan dalam bayang-bayang kriminalisasi, sementara kekayaan alam kita dikuras habis tanpa sisa untuk rakyat kecil. Aksi 1-7 Mei ini adalah momentum untuk merebut kembali kedaulatan itu. Jangan pernah lupa bahwa

“Tembok setinggi apa pun akan runtuh jika dihantam oleh derap langkah rakyat yang bersatu,”

karena tidak ada kekuatan yang mampu membendung massa yang menuntut hak atas tanah airnya sendiri.Jika hari ini kita diam, jangan terkejut jika esok anak cucu kita hanya mewarisi tanah yang hancur dan cerita tentang leluhur yang takut membela haknya. Oleh karena itu, kami menyerukan aksi serentak! Kepada seluruh pejuang tambang di Pohuwato, mahasiswa, dan pemuda di seluruh penjuru Provinsi Gorontalo: rapatkan barisan! Jangan biarkan api perjuangan ini hanya menyala di satu titik. Mari kita kepung ketidakadilan dengan solidaritas tanpa batas.

“Keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan kesadaran bahwa ada sesuatu yang lebih penting: Kemerdekaan Ekonomi..!”

SATU KOMANDO, SATU TUJUAN….! Turun ke jalan, suarakan kebenaran, dan pastikan 1-7 Mei menjadi tonggak sejarah kemenangan rakyat Gorontalo.Lawan atau tertindas! Pilihannya hanya itu.”Kita tidak melawan hukum, melainkan melawan situasi yang di ciptakan negara untuk membungkam hak rakyat penambang”

penulis : Al Jufri.

Example 468x60
Example 120x600