TABENEWS | Tolitoli – Di tengah tantangan pemangkasan anggaran, Pemerintah Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, tetap meneguhkan komitmen membangun desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrembangDesa) Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Gedung Serba Guna Desa Ogomoli, Rabu (21/1/2026).
MusrembangDesa tahun ini mengusung tema “Mendorong Penguatan Pondasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Berbasis Sektor Unggulan dan Peningkatan SDM Unggulan Menuju Daya Sosial Sejahtera, Kerja Bersama Mewujudkan Ogomoli sebagai Desa Inklusif, Ekonomi Tumbuh Merata dan Berkelanjutan (SDGs Desa 204)”.
Kepala Desa Ogomoli, Ibrahim Ambotje, SE, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi keterbatasan anggaran, khususnya akibat pemangkasan pagu pada tahun 2026.
“Dengan kondisi anggaran yang dipangkas, tentu ini menjadi tantangan besar bagi kami sebagai pemerintah desa. Bahkan, pembangunan fisik pada tahun 2026 kemungkinan besar tidak dapat dilaksanakan. Namun yang terpenting adalah semangat gotong royong. Jika kita bersatu, pasti ada jalan untuk menjadikan Ogomoli sebagai desa yang bermartabat dan sejahtera,” tegas Ibrahim di hadapan peserta rapat.
Ia juga menyampaikan bahwa MusrembangDesa merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan. Untuk Tahun Anggaran 2027, Pemerintah Desa Ogomoli merumuskan tiga poin utama usulan program, yakni penguatan sosial budaya, pengembangan ekonomi kreatif, serta pembangunan infrastruktur, yang masih bersifat usulan awal.
Kegiatan MusrembangDesa tersebut dihadiri oleh Camat Galang, pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua dan anggota BPD, aparat dan staf desa, kader Posyandu, para kepala dusun, RT, serta unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan berbagai lembaga desa lainnya.
Melalui MusrembangDesa ini, Pemerintah Desa Ogomoli berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus berpartisipasi aktif, menjaga kebersamaan, dan berperan nyata dalam merumuskan arah pembangunan desa yang adil, merata, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Tim Liputan: Farjin









