Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Musda Ke-7 Golkar Buol: Kontestasi Kian Memanas, Sejumlah Nama Baru Siap Merebut Kepemimpinan DPD II

432
×

Musda Ke-7 Golkar Buol: Kontestasi Kian Memanas, Sejumlah Nama Baru Siap Merebut Kepemimpinan DPD II

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com — Dinamika politik internal Partai Golkar Kabupaten Buol memasuki fase yang semakin memanas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Ke-7. Aroma kompetisi terbuka mulai terasa setelah sederet nama baru bermunculan dan disebut siap menantang arah kepemimpinan Golkar Buol pasca era H. Abdullah Batalipu.

Agenda pendaftaran bakal calon ketua akan dibuka pada 12–13 Desember 2025 di Gedung Srikandi Leok 1, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Musda pada 14–15 Desember 2025 di Gedung Srikandi Kulango, yang dipastikan akan dihadiri langsung jajaran DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Tidak hanya dari internal DPD II, bursa bakal calon pun semakin ramai dengan kemunculan sejumlah nama baru berinisial AW, IR, EI, SB, RL, WP, AB, dan NN. Bahkan dari lingkup DPD I Golkar Sulteng, turut terdengar nama SK, WT, dan IM, yang dinilai memiliki basis dukungan cukup kuat.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa Musda Ke-7 tidak akan berjalan datar. Sebaliknya, posisi ketua DPD II Golkar Buol diperkirakan menjadi ajang perebutan pengaruh yang sengit antar faksi serta kelompok strategis di tubuh Golkar.

Ketua Panitia Musda Ke-7, Edhy Idris, menegaskan bahwa Musda kali ini bukan sekadar agenda rutin, namun momen krusial untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kondisi internal partai.

“Musda Golkar kali ini adalah ajang untuk berbenah diri. Kita akui, kita mengalami turbulensi politik dalam dua pertarungan besar baik legislatif maupun eksekutif. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kembali tubuh Golkar Buol,” tegasnya, Kamis (11/12/25).

Ia menambahkan bahwa Golkar Buol membutuhkan figur pemimpin baru yang bukan hanya populer, tetapi juga mampu mengonsolidasikan kekuatan hingga ke akar rumput.

“Kader-kader potensial harus berani tampil. Kita butuh pemimpin yang mampu mengembalikan kejayaan Golkar di 2029 dan 2031,” ujarnya.

Dalam Musda nanti terdapat total 19 suara yang berhak menentukan siapa yang akan memimpin Golkar Buol lima tahun ke depan. Komposisinya meliputi:

– 11 suara Pimpinan Kecamatan (PK)

– 8 suara organisasi yang mendirikan dan didirikan Golkar

– 1 suara dari DPD I Golkar Sulawesi Tengah

Dengan konfigurasi suara tersebut, tarik-menarik pengaruh antar kandidat diprediksi sangat ketat, terutama karena suara PK memiliki dominasi terbesar dan diyakini menjadi rebutan utama semua bakal calon.

Edhy menegaskan bahwa mekanisme pencalonan ketua tetap mengacu ketat pada AD/ART dan juklak Partai Golkar. Bakal calon wajib mengantongi sedikitnya 30% dukungan dari total pemilik suara.

“Minimal tiga sampai empat dukungan sudah bisa menjadi tiket untuk melaju sebagai calon ketua. Itu mekanisme resmi dan wajib dipenuhi,” jelasnya.

Syarat ini diyakini akan mempersempit jumlah calon yang benar-benar bisa melaju ke tahap final. Peta dukungan diperkirakan mulai mengerucut sejak masa pendaftaran.

Panitia juga intens berkoordinasi dengan Ketua DPD II saat ini yang sebentar lagi akan demisioner. Sementara itu, nama Ketua Steering Committee Musda, Ibrahim Rasyid, juga disebut memiliki peluang besar dan dilirik sebagai salah satu figur yang dapat melanjutkan kepemimpinan Golkar Buol.

Hal ini mempertegas bahwa Musda Ke-7 menjadi salah satu pertarungan politik internal terbesar Golkar Buol dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah meningkatnya suhu politik, Edhy memastikan panitia menjamin proses Musda berjalan transparan, tertib, dan objektif, sesuai pedoman organisasi.

“Harapan kami Musda Ke-7 berjalan sukses dan melahirkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa kejayaan Golkar di Kabupaten Buol,” tutupnya.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600