tolitoli

ITB Gelar Pelatihan Briket Arang di Tolitoli, Dorong Energi Terbarukan di Desa

229
×

ITB Gelar Pelatihan Briket Arang di Tolitoli, Dorong Energi Terbarukan di Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tolitoli, TABEnews.com,– Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali hadir di tengah masyarakat dengan membawa inovasi energi terbarukan. Kali ini, lewat program pengabdian masyarakat yang digelar sejak 24 hingga 29 Agustus 2025, tim ITB mengadakan pelatihan pembuatan briket arang di tiga desa Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Tiga desa tersebut yakni Janja, Salugan, dan Lampasio, yang dikenal sebagai wilayah dengan potensi besar dalam pemanfaatan limbah biomassa.

Kegiatan yang berlangsung setiap pagi pukul 09.00 WITA ini langsung menarik perhatian warga. Warga desa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari teori hingga praktik pembuatan briket arang. Kehadiran ITB disambut dengan hangat, terlebih karena program ini memberi harapan baru bagi masyarakat untuk mengembangkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Pelatihan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tolitoli, Camat Lampasio Muhammad Yasin, S.Sos, serta Kepala Desa Lampasio. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bukti bahwa pemerintah mendukung penuh inisiatif energi terbarukan yang berbasis pemberdayaan lokal.

Menurut pihak ITB, pelatihan briket arang ini bukan hanya sekadar transfer ilmu, melainkan juga langkah konkret menghadapi krisis energi. Limbah pertanian yang biasanya terbuang begitu saja, bisa diolah menjadi bahan bakar padat bernilai ekonomi tinggi. “Briket arang bisa jadi solusi energi murah dan membuka peluang usaha baru di desa,” ujar salah satu instruktur pelatihan.

Manfaat briket arang memang tidak bisa dianggap remeh. Selain ramah lingkungan, penggunaannya juga lebih hemat dan praktis dibandingkan kayu bakar tradisional. Bagi masyarakat desa, briket ini bisa menjadi alternatif untuk memasak sehari-hari maupun sebagai produk usaha yang dapat dipasarkan lebih luas.

Camat Lampasio, Muhammad Yasin, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian ITB terhadap masyarakat desa. “Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti di sini. Masyarakat harus mampu melanjutkan, memproduksi, bahkan menjadikannya sebagai usaha mandiri yang bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Suasana pelatihan diwarnai semangat gotong royong. Warga bersama tim ITB terlihat aktif mencoba berbagai tahap pembuatan briket, mulai dari pengumpulan bahan, proses pembakaran, hingga pencetakan. Beberapa warga bahkan sudah berencana untuk membentuk kelompok usaha kecil setelah pelatihan usai.

Dengan adanya program ini, Tolitoli kini semakin menegaskan dirinya sebagai daerah yang terbuka terhadap inovasi. Pelatihan briket arang dari ITB diharapkan menjadi tonggak awal tumbuhnya energi terbarukan berbasis desa di Sulawesi Tengah, sekaligus langkah nyata menuju kemandirian energi di pedesaan.

Example 468x60
Example 120x600