Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

15 Siswa Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Bokat, Delapan Masih Dirawat di Puskesmas

1
×

15 Siswa Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Bokat, Delapan Masih Dirawat di Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUOL, TABENEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah belasan siswa di Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, diduga mengalami keracunan makanan pada Rabu (29/7/2026). Sebanyak 15 siswa dari dua sekolah dasar dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG yang disalurkan oleh SPPG Desa Doulan.

Berdasarkan data epidemiologi yang dihimpun hingga pukul 12.47 WITA, jumlah kasus yang tercatat mencapai 15 orang siswa. Dari jumlah tersebut, tujuh siswa telah diperbolehkan pulang dan dibawa oleh keluarganya setelah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Bokat. Sementara delapan siswa lainnya masih menjalani perawatan dan observasi oleh tenaga kesehatan.

Data menunjukkan, kasus terbanyak terjadi di SDN 1 Bokat, Desa Tang, dengan jumlah korban sebanyak 11 siswa. Dari jumlah tersebut, dua siswa laki-laki dan sembilan siswa perempuan dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan. Para siswa yang terdampak berasal dari kelas 2 hingga kelas 6 dari total 80 siswa penerima MBG di sekolah tersebut.

Sementara itu, di SDN 2 Bokat, Desa Bokat, tercatat empat siswa terdampak, terdiri dari satu siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan yang berasal dari kelas 3. Sekolah tersebut memiliki total 164 siswa.

Peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu antara pukul 09.45 hingga 11.59 WITA. Para siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang disediakan dalam program MBG.

Kasus ini menambah daftar insiden yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Buol. Sebelumnya, publik juga sempat dihebohkan dengan kasus serupa yang menimpa puluhan siswa di wilayah lain sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait standar keamanan pangan, proses pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan yang disajikan kepada peserta didik.

Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPOM, serta pihak penyelenggara MBG untuk bergerak cepat melakukan investigasi menyeluruh. Pemeriksaan sampel makanan, bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi dinilai penting guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Evaluasi total harus dilakukan,” ujar salah seorang warga Bokat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium maupun penyebab pasti yang mengakibatkan 15 siswa tersebut mengalami gejala dugaan keracunan. Tim medis masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa yang menjalani perawatan.

Pihak berwenang diharapkan segera menyampaikan hasil investigasi secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

Data Sementara Dugaan Kasus MBG Kecamatan Bokat

1. Total siswa terdampak: 15 orang

2. SDN 1 Bokat Desa Tang: 11 siswa

• Laki-laki: 2 siswa

• Perempuan: 9 siswa

3. SDN 2 Bokat Desa Bokat: 4 siswa

• Laki-laki: 1 siswa

• Perempuan: 3 siswa

4. Selesai dirawat dan pulang: 7 siswa

5. Masih dirawat di Puskesmas Bokat: 8 siswa.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300