Buol TabeNews.com — Warga yang bermukim di Kelurahan Kali, khususnya di Kompleks Bambu Kuning dan wilayah jalur Polres Buol, mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Motanang selama kurang lebih dua minggu terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena sangat mengganggu kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari, Sabtu (10/1/2026).
Salah seorang warga yang dikonfirmasi media mengungkapkan bahwa sejak dua minggu terakhir, air PDAM sama sekali tidak mengalir, meski kran air (DAP) telah dibuka seperti biasa.
“Air sudah dua minggu tidak jalan, dan sampai sekarang belum ada tindakan dari PDAM Motanang,” keluhnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut memaksa warga mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih, seperti membeli air atau mengambil air ke rumah kerabat.
“So pakai DAP menarik air, tapi tidak ada air keluar,” tambah warga tersebut dengan nada kecewa.
Keluhan serupa juga disampaikan warga melalui pesan di grup WhatsApp, yang ditujukan langsung kepada manajemen PDAM Motanang.
“Assalamu’alaikum Pak Dirut PDAM, air PDAM di jalur Polres mohon diperhatikan Pak. Sudah dua minggu tidak mengalir, padahal DAP sudah dibuka tapi tetap tidak ada air,” tulis warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PDAM Motanang, Nasir Konio, memberikan konfirmasi kepada media. Ia menjelaskan bahwa gangguan distribusi air disebabkan oleh kondisi debit air yang saat ini mengalami penurunan.
“Debit air memang sedang kurang. Namun kami sedang berupaya maksimal dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat,” ujar Nasir Konio.
Ia menegaskan bahwa pihak PDAM Motanang terus melakukan langkah-langkah teknis agar distribusi air bersih dapat kembali normal dan menjangkau seluruh pelanggan.
“Kami akan berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini kami memaksimalkan upaya agar kebutuhan air dapat terpenuhi untuk warga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nasir Konio juga memohon pengertian dari masyarakat atas kondisi yang sedang terjadi.
“Kami mohon pengertian dari masyarakat dalam penggunaan air PDAM saat ini. Kami sedang berusaha memberikan yang terbaik,” tutupnya.
Masyarakat berharap pihak PDAM Motanang dapat segera melakukan pengecekan langsung di lapangan serta memberikan informasi yang transparan terkait perkembangan penanganan gangguan distribusi air tersebut, mengingat air bersih merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan sehari-hari.
Redaksi










