Waspada!, Diduga Anjing Rabies, Gigit Tiga Warga di Kelurahan Kulango, Korban Jalani Perawatan, RSUD Mokoyurli, Buol,
Buol, TabeNews.com – Masyarakat Kelurahan Kulango, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan setelah beredar informasi mengenai tiga warga yang diduga menjadi korban gigitan anjing yang dicurigai terjangkit rabies atau yang dikenal masyarakat sebagai “anjing gila”.
Informasi tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook milik akun Sarmin Ibrahim beredar luas di sejumlah grup WhatsApp pada Jumat (19/6/2026). Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa telah terjadi kasus gigitan anjing terhadap tiga orang warga di wilayah Kelurahan Kulango.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban saat ini telah dilarikan ke RSUD Mokoyurli Buol untuk mendapatkan penanganan medis secara serius. Petugas kesehatan dilaporkan tengah melakukan observasi dan tindakan medis guna mengantisipasi risiko penularan rabies akibat gigitan tersebut.
Meski informasi mengenai gigitan anjing telah beredar luas, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai hasil pemeriksaan terhadap anjing yang diduga menggigit para korban maupun status pasti dugaan rabies tersebut.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga diminta untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah serta mengawasi anak-anak agar tidak mendekati atau bermain dengan anjing liar yang berkeliaran di lingkungan permukiman.
Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Virus rabies umumnya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing.
Petugas kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami gigitan anjing agar segera mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit, kemudian secepatnya mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan vaksin anti rabies jika diperlukan.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah kelurahan, puskesmas maupun instansi terkait apabila menemukan anjing yang menunjukkan perilaku agresif, menyerang tanpa sebab, mengeluarkan air liur berlebihan, atau memperlihatkan gejala tidak normal lainnya.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan segera melakukan penelusuran dan langkah penanganan cepat guna memastikan keselamatan warga serta mencegah kemungkinan penyebaran rabies di wilayah Kecamatan Biau, khususnya Kelurahan Kulango.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Penanganan cepat terhadap korban dan upaya pengendalian terhadap hewan yang diduga terinfeksi sangat penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” ujar salah seorang warga setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, TabeNews.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Kelurahan Kulango, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
(Tim Redaksi )










