Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Bupati Buol dan Kepala BPS Bahas Harga Sembako hingga Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan Daerah

1
×

Bupati Buol dan Kepala BPS Bahas Harga Sembako hingga Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com – Obrolan santai di teras Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Buol, Senin (22/6/2026), berubah menjadi diskusi strategis yang membahas berbagai persoalan penting daerah. Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, MM bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buol Edwin Jurnalis menggelar silaturahmi dan ngopi siang yang turut dihadiri Ketua Perumda Buol Ahmad Andimaka serta Staf Khusus Bupati Romi H. Salam.

Dalam suasana penuh keakraban, para peserta membahas sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, kondisi perekonomian daerah, ketersediaan pangan, hingga persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Bupati Buol Risharyudi Triwibowo mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi, khususnya komoditas cabai atau rica dan bawang merah yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasaran. Kenaikan harga rica dan bawang merah tentu menjadi perhatian pemerintah karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi seluruh pihak untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di daerah,” ujar Risharyudi.

Menurutnya, pengendalian inflasi daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pelaku usaha dan masyarakat.

Selain membahas kondisi ekonomi daerah, Bupati juga menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan oleh BPS. Ia menilai data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Setiap kebijakan harus didukung data yang valid. Karena itu kami sangat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan BPS. Hasil sensus nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai kondisi riil masyarakat,” katanya.

Risharyudi menegaskan bahwa proses pendataan harus dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai kondisi sebenarnya di lapangan agar menghasilkan data yang benar-benar dapat dipercaya.

“Saya berharap seluruh proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 dapat dilakukan secara profesional, teliti, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Data yang dikumpulkan harus benar-benar akurat karena akan menjadi dasar pemerintah dalam mengambil berbagai kebijakan strategis, baik di bidang ekonomi, perdagangan, investasi maupun pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat yang menjadi responden untuk memberikan informasi yang jujur dan sesuai fakta saat pendataan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha, UMKM, maupun masyarakat yang menjadi responden agar memberikan data yang jujur dan sesuai fakta. Semakin akurat data yang diperoleh, maka semakin tepat pula program pembangunan yang akan dirancang pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kualitas data yang dimiliki pemerintah.

“Data yang akurat adalah fondasi pembangunan. Karena itu, saya berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi Kabupaten Buol yang sesungguhnya sehingga dapat menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan yang efektif, terukur, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Buol Edwin Jurnalis menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas dan perkembangan usaha di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Buol.

Menurut Edwin, hasil sensus nantinya akan menjadi sumber data strategis yang sangat dibutuhkan pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi dan pembangunan.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, serta seluruh masyarakat agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses. Data yang diperoleh akan menjadi sumber informasi penting dalam perencanaan pembangunan, investasi, pengembangan UMKM, hingga penyusunan kebijakan ekonomi daerah,” jelas Edwin.

Ia menambahkan bahwa kualitas dan akurasi data menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sensus.

“Semakin akurat data yang diperoleh, maka semakin baik pula kualitas kebijakan yang dapat dihasilkan. Karena itu partisipasi masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Perumda Buol Ahmad Andimaka menyambut baik pertemuan tersebut karena menjadi wadah komunikasi yang produktif antara pemerintah daerah, BPS, dan perusahaan daerah dalam membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Perumda siap mendukung berbagai program pemerintah daerah, termasuk upaya menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan kebutuhan masyarakat. Pertemuan seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah,” ungkap Ahmad.

Senada dengan itu, Staf Khusus Bupati Buol Romi H. Salam menilai silaturahmi yang dikemas dalam suasana santai tersebut justru menjadi ruang yang efektif untuk bertukar informasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan daerah.

“Melalui silaturahmi dan diskusi seperti ini, banyak masukan dan informasi yang dapat dihimpun secara langsung. Mulai dari perkembangan kondisi ekonomi masyarakat, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga pentingnya dukungan semua pihak terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sinergi antara pemerintah daerah, BPS, Perumda, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak positif bagi masyarakat,” kata Romi.

Ia menegaskan bahwa Bupati Buol selama ini selalu mendorong pembangunan yang berbasis data sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pak Bupati selalu menekankan pentingnya pembangunan yang berbasis data. Karena itu, keberadaan BPS sebagai penyedia data statistik sangat strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan, pengendalian inflasi daerah, serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buol,” tambahnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi bukti kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buol, BPS, dan Perumda dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. 

Selain membahas stabilitas harga kebutuhan pokok, diskusi tersebut juga mempertegas komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi menghadirkan data yang akurat sebagai landasan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buol.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600