buol

Viral di Media Sosial, Pertemuan Kepsek SDN 7 Bunobogu dan Wali Siswa Soroti Penolakan Program MBG

75
×

Viral di Media Sosial, Pertemuan Kepsek SDN 7 Bunobogu dan Wali Siswa Soroti Penolakan Program MBG

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol TabeNews.com – Beredarnya postingan di media sosial yang menampilkan pertemuan antara Kepala SD Negeri 7 Bunobogu dan para wali siswa menuai perhatian luas masyarakat. 

Postingan tersebut diunggah pada Kamis (29/1/2026) dan memperlihatkan suasana pertemuan di lingkungan sekolah pascakejadian dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Advertising
banner 325x300
Advertising

Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa para orang tua dan wali murid mendatangi sekolah untuk menyampaikan penolakan keras terhadap pelaksanaan Program MBG di SDN 7 Bunobogu. 

Penolakan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran atas keselamatan anak-anak mereka, menyusul peristiwa dugaan keracunan massal yang terjadi sehari sebelumnya.

Pada pertemuan itu, Kepala SDN 7 Bunobogu memberikan penjelasan kepada para wali siswa terkait kronologi pelaksanaan MBG. 

Disebutkan bahwa pihak sekolah sebelumnya sempat mempertanyakan kelayakan menu makanan, khususnya terkait informasi dari petugas pengantar makanan.

Menurut penjelasan kepala sekolah yang tertuang dalam postingan tersebut, sempat disampaikan bahwa menu yang dibagikan hanya telur. 

Namun, saat kotak makanan dibuka, ternyata terdapat daging ayam, sehingga menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran mengenai kondisi dan kelayakan makanan yang disajikan kepada siswa.

Dampak dari peristiwa tersebut juga terlihat pada aktivitas belajar mengajar. Dari sekitar 135 siswa, hanya sekitar 20 siswa yang hadir di sekolah pada hari itu. Sebagian besar siswa dilaporkan masih berada di rumah karena mengalami trauma akibat kejadian dugaan keracunan makanan.

Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat di kolom komentar. 

Sejumlah warganet menyatakan dukungan terhadap langkah orang tua yang meminta penghentian sementara Program MBG, dengan alasan keamanan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. 

Beberapa komentar juga mempertanyakan pengawasan, kualitas makanan, serta tanggung jawab pengelola dapur MBG.

“Bagus itu dihentikan saja MBG,” tulis salah satu akun warganet. 

Sementara komentar lainnya menyebutkan bahwa makanan gratis seharusnya tetap memenuhi standar kesehatan dan keamanan bagi anak sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan orang tua siswa masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG serta evaluasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait. 

Para wali siswa berharap ada kejelasan, transparansi, serta jaminan keamanan sebelum program tersebut kembali dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600