Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Tim Terpadu Pemkab Buol Tertibkan Distribusi LPG 3 Kg di Lakea, Pengawasan Diperketat Jelang Ramadan

83
×

Tim Terpadu Pemkab Buol Tertibkan Distribusi LPG 3 Kg di Lakea, Pengawasan Diperketat Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com – Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol melakukan penertiban distribusi LPG bersubsidi 3 kilogram di Kecamatan Lakea, Selasa (11/2/2026). 

Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran gas melon tepat sasaran sekaligus menekan praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Advertising
banner 325x300
Advertising

Operasi lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buol, Nasir Andi Makka, dengan melibatkan unsur Diskumperindag Buol, Bagian Ekonomi Setda Buol, serta pemerintah kecamatan setempat. 

Tim menyasar sejumlah pangkalan dan titik distribusi guna memeriksa kepatuhan terhadap aturan, termasuk harga jual dan mekanisme penyaluran kepada masyarakat.

Nasir Andi Makka menegaskan, pengawasan terpadu ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan stok LPG 3 kg, terutama menjelang bulan suci Ramadan di mana kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

“Pengawasan ini tidak hanya untuk penertiban, tetapi juga memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan. LPG 3 kg adalah barang subsidi yang harus benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” tegas Nasir.

Di lokasi yang sama, Kepala Diskumperindag Kabupaten Buol, Agus Zainal Abdin, menyatakan pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan. Sanksi yang disiapkan bervariasi, mulai dari pembinaan hingga sanksi administratif sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kami tidak akan mentolerir praktik yang merugikan masyarakat. Jika ada pangkalan atau pelaku usaha yang menjual di atas HET atau menyalurkan tidak sesuai peruntukan, akan kami proses sesuai aturan,” ujar Agus.

Pemerintah Kecamatan Lakea turut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Aparat kecamatan mengimbau seluruh pangkalan dan pelaku usaha agar tetap patuh pada ketentuan distribusi LPG bersubsidi demi menjaga ketertiban ekonomi wilayah dan melindungi kepentingan masyarakat.

Penertiban ini juga merupakan tindak lanjut atas keluhan warga yang sebelumnya resah dengan dugaan praktik pangkalan nakal di Desa Lakea II. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, salah satu pangkalan diduga menyalurkan tabung LPG 3 kg tidak sesuai peruntukan.

Pangkalan yang pemiliknya berinisial S, beralamat di Dusun I, Jalan Poros Desa Lakea II, diduga menjual LPG 3 kg ke kios-kios dengan harga sekitar Rp35 ribu per tabung. Selanjutnya, gas tersebut dijual kembali oleh kios kepada masyarakat dengan harga berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per tabung.

Kondisi ini memicu keluhan serius warga, terutama menjelang Ramadan. Ironisnya, saat masyarakat mendatangi pangkalan, mereka kerap mendapat jawaban bahwa stok kosong. Namun di sisi lain, LPG 3 kg justru masih tersedia di kios dengan harga tinggi.

Salah satu warga Desa Lakea II yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaan.

“Kami sangat kesulitan mendapatkan gas. Setiap ke pangkalan selalu dibilang kosong, tapi ternyata gasnya dijual ke kios. Dari pangkalan Rp35 ribu, lalu kios menjual sampai Rp60 ribu bahkan Rp65 ribu,” keluhnya.

Warga menilai praktik tersebut sangat merugikan masyarakat kecil dan bertentangan dengan tujuan subsidi LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu. Mereka pun mendesak pemerintah agar bersikap tegas terhadap pangkalan maupun kios yang diduga melanggar aturan.

Pemkab Buol memastikan pengawasan distribusi LPG 3 kg akan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran di lapangan.

Dengan langkah penertiban ini, pemerintah berharap distribusi LPG bersubsidi kembali tertib, harga tetap sesuai HET, dan kebutuhan energi rumah tangga masyarakat dapat terpenuhi secara adil menjelang Ramadan.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600