Buol, TabeNews.com – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jabal Nur Bambu Kuning, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, kembali menghadirkan inovasi dalam mempererat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan KOPAJA (Kopi Pasca Jumat), Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang digelar usai pelaksanaan Salat Jumat ini menjadi wadah silaturahmi jamaah sambil menikmati secangkir kopi dan berdiskusi dalam suasana penuh kekeluargaan.
Sebelum kegiatan KOPAJA berlangsung, jamaah terlebih dahulu mendengarkan khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustaz Alyas Handi, S.Ag. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan umat Islam agar tidak terlena oleh kesibukan dunia yang dapat melalaikan tujuan utama kehidupan.
Menurutnya, fenomena yang banyak terjadi saat ini adalah masyarakat begitu larut mengikuti berbagai hiburan, termasuk euforia Piala Dunia. Hal tersebut tidak dilarang, namun jangan sampai membuat seseorang lupa bahwa dirinya sedang menjalani ujian kehidupan dari Allah SWT.
“Kita mungkin sibuk menjadi suporter, sibuk membanggakan sebelas orang yang bertanding di lapangan. Namun jangan sampai kita lupa bahwa sesungguhnya kita adalah pemain utama yang sedang diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Ustaz Alyas.
Ia mengingatkan bahwa waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Setiap tarikan napas merupakan pengingat bahwa manusia semakin mendekati perjumpaan dengan Sang Pencipta. Karena itu, setiap muslim harus mulai mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
“Dunia sering membuat kita sibuk mengejar jabatan, harta, dan popularitas. Padahal nanti Allah tidak akan bertanya seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar amal yang telah kita persembahkan kepada-Nya,” katanya.
Dalam khutbahnya, Ustaz Alyas juga mengajak jamaah agar tidak menjadi “penonton”, yakni orang yang hanya menyaksikan keberhasilan iman dan amal orang lain tanpa memperbaiki dirinya sendiri.
“Kita jangan hanya melihat cahaya iman orang lain, melihat semangat ibadah orang lain, sementara diri kita sendiri terlena. Mari menjadi pelaku kebaikan, bukan sekadar penonton,” pesannya.
Untuk menjadi hamba yang sukses di dunia dan akhirat, Ustaz Alyas memaparkan lima pilar kehidupan yang harus dijadikan pegangan.
Pertama, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ma’idah ayat 15. Ia mengajak jamaah untuk tidak hanya memiliki Al-Qur’an, tetapi juga membacanya, memahami maknanya, menghafalnya, serta mengamalkan isi kandungannya.
Kedua, menegakkan kebenaran dengan mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan menjadikan sunnah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, meneladani akhlak Rasulullah SAW. Menurutnya, Nabi Muhammad merupakan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia sehingga setiap muslim harus berusaha mencontoh sifat, akhlak, dan perjuangannya.
Keempat, bertawakal kepada Allah SWT setelah berikhtiar. Ia menegaskan bahwa setiap usaha hendaknya diawali dengan niat yang benar dan disandarkan sepenuhnya kepada Allah.
Kelima, menyampaikan risalah Islam sesuai kemampuan masing-masing. Meski bukan seorang rasul, setiap muslim memiliki kewajiban menyampaikan kebaikan dan menjadi penerus dakwah Rasulullah SAW.
“Mari kita menjadi pemain terbaik dalam kehidupan ini dengan memperbanyak amal saleh. Jangan sampai usia 20, 30, 40 bahkan lebih hanya berlalu tanpa bekal yang cukup. Penilaian Allah bukan pada lamanya kita hidup, tetapi pada sebaik apa amal yang kita lakukan,” tuturnya.
Usai Salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan KOPAJA (Kopi Pasca Jumat) yang diikuti para jamaah. Sambil menikmati kopi dan hidangan sederhana, jamaah saling berbincang mengenai berbagai persoalan keumatan dan mempererat tali silaturahmi.
Sekretaris DKM Masjid Jabal Nur, Wawan Laindjong, mengatakan bahwa KOPAJA merupakan program rutin yang bertujuan membangun kebersamaan di lingkungan masjid.
“KOPAJA bukan sekadar menikmati secangkir kopi setelah Salat Jumat, tetapi menjadi media mempererat ukhuwah Islamiyah, membangun komunikasi antarsesama jamaah, sekaligus menghidupkan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi budaya yang membawa keberkahan dan semakin memakmurkan Masjid Jabal Nur,” ujar Wawan.
Melalui program ini, DKM Jabal Nur berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai keislaman terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat persaudaraan dan pembinaan umat.
Redaksi










