Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Semberautnya Terminal, Urat Nadi Perekonomian Rakyat Buol Terabaikan

189
×

Semberautnya Terminal, Urat Nadi Perekonomian Rakyat Buol Terabaikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com — Terminal sejatinya merupakan salah satu urat nadi perekonomian rakyat. Di Kabupaten Buol, terminal bukan hanya menjadi tempat naik-turun penumpang, tetapi juga ruang hidup bagi para sopir angkutan, pedagang kecil, buruh angkut, hingga pelaku usaha mikro yang menggantungkan harapan ekonominya dari aktivitas transportasi dan perputaran manusia setiap hari.

Namun realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari ideal. Sejumlah terminal di Kabupaten Buol justru tampak semrawut dan tidak tertata, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi rakyat yang bergantung pada sektor tersebut.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Salah satu contoh nyata adalah Terminal Los, terminal antar kota yang seharusnya dikelola secara tertib, aman, dan nyaman. Sayangnya, pengelolaan terminal ini terkesan amburadul. 

Penataan kendaraan tidak teratur, fasilitas umum kurang terawat, serta minimnya pengawasan membuat terminal kehilangan fungsi utamanya sebagai pusat transportasi yang efisien dan representatif.

Kondisi tersebut diperparah dengan tata kelola pasar di sekitar terminal yang tidak teratur. Pedagang berjualan tanpa zonasi yang jelas, akses keluar-masuk kendaraan terganggu, dan area publik menjadi semakin semrawut. 

Akibatnya, bukan hanya kenyamanan penumpang yang terganggu, tetapi aktivitas ekonomi masyarakat juga tidak berjalan optimal. Terminal yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi rakyat justru berubah menjadi ruang yang rawan konflik kepentingan dan ketidaktertiban.

Hal serupa juga terlihat pada Terminal Kota Buol, yang hingga kini belum dikelola secara maksimal sebagai simpul transportasi dan pusat pertumbuhan ekonomi rakyat. 

Padahal, keberadaan terminal kota memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas perdagangan skala kecil dan menengah.

Menanggapi kondisi tersebut, Pudiardi Mokodompit, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buol, menegaskan bahwa terminal memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya di sektor transportasi dan usaha mikro.

“Terminal itu bukan sekadar tempat parkir kendaraan atau naik-turun penumpang. Terminal Los dan Terminal Kota adalah ruang ekonomi rakyat. Di situ ada sopir, pedagang kecil, buruh angkut, dan pelaku usaha lainnya yang hidup dari perputaran aktivitas transportasi,” ujar Pudiardi.

Ia menyoroti dua hal utama yang perlu segera dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten Buol, yakni pengelolaan Terminal Los dan Terminal Kota. Menurutnya, tanpa penataan yang serius dan berkelanjutan, potensi besar pertumbuhan ekonomi rakyat di kawasan terminal akan terus terabaikan.

“Jika terminal dan pasar di sekitarnya ditata dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi rakyat akan bergerak lebih cepat. Terminal yang tertib akan menarik penumpang dan pengguna jasa, sementara pedagang kecil bisa mendapatkan penghasilan yang lebih layak,” tambahnya.

Pudiardi juga mendorong pemerintah daerah agar melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari penataan zonasi kendaraan, perbaikan fasilitas umum, hingga penertiban aktivitas pasar di sekitar terminal. 

Ia menekankan bahwa penertiban harus dilakukan secara tegas, namun tetap berpihak kepada kepentingan rakyat kecil.

“Yang dibutuhkan adalah kemauan politik dan keseriusan dalam pengelolaan. Terminal harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat Buol, bukan simbol ketidakrapian dan lemahnya tata kelola fasilitas publik,” tegasnya.

Dengan tata kelola yang baik, terminal dan sektor transportasi diyakini mampu menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat, sekaligus wajah pelayanan publik yang mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menata dan melindungi kepentingan rakyat kecil di Kabupaten Buol.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600