Buol, TabeNews.com — Pertandingan semifinal Piala Bupati Buol Cup 2025 antara Dikbud FC melawan Sehat FC berlangsung panas dan penuh drama. Laga yang digelar di Stadion Kuonoto Buol tersebut berakhir dengan kemenangan Sehat FC dengan skor 2–1, sekaligus mengantarkan mereka ke partai final. Selasa (20/1/26).
Pertandingan baru berjalan 15 menit 17 detik, ketika insiden keras terjadi di lapangan. Wasit utama Irwan Tahir, wasit C1 Nasional, memberikan kartu merah kepada salah satu pemain Dikbud FC akibat pelanggaran keras. Keputusan tersebut membuat Dikbud FC harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Insiden tersebut memicu protes dan ketegangan dari kedua kesebelasan. Demi menjaga kondusivitas pertandingan, kedua tim meminta kepada pengawas wasit agar dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinan pertandingan.
Akhirnya, wasit utama Irwan Tahir digantikan oleh Saprudin Lasang, yang juga merupakan wasit C1 Nasional.
Setelah melalui jeda singkat, pertandingan dilanjutkan kembali pada menit ke-18 dengan kepemimpinan wasit yang baru. Meski bermain dengan kekurangan jumlah pemain, Dikbud FC tetap tampil disiplin dan berusaha mengimbangi permainan Sehat FC.
Menjelang babak kedua, Dikbud FC justru berhasil unggul lebih dulu. Pada menit ke-46, Muchlis dengan nomor punggung 7 sukses mencetak gol pembuka, membuat skor berubah menjadi 1–0 untuk keunggulan Dikbud FC.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Jual beli serangan terjadi, dengan Sehat FC berupaya keras memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-48, ketika Tio bernomor punggung 18 berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1–1.
Tekanan terus dilakukan Sehat FC hingga akhirnya berbuah manis. Pada menit ke-62, Sainong dengan nomor punggung 8 mencetak gol kedua bagi Sehat FC, sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2–1. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, Pelatih Sehat FC, Kamarudin Pahude, mengapresiasi kerja keras para pemainnya.
“Kami bersyukur atas kemenangan ini. Anak-anak tetap fokus dan disiplin meskipun pertandingan sempat berjalan panas. Ini hasil kerja keras tim,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Dikbud FC, Amir Hamzah, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya meski harus bermain dengan 10 pemain.
“Kami kehilangan satu pemain sejak awal, namun anak-anak tetap berjuang luar biasa. Kekalahan ini akan menjadi evaluasi penting bagi kami ke depan,” tuturnya.
Di sela-sela akhir pertandingan, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, selaku Ketua Panitia Piala Bupati Buol Cup, menegaskan bahwa panitia berkomitmen menjaga sportivitas dan keamanan selama turnamen berlangsung.
“Kami menghormati keputusan perangkat pertandingan dan memastikan setiap laga berjalan aman serta menjunjung tinggi fair play,” tegasnya.
Dengan hasil tersebut, Sehat FC memastikan diri melangkah ke final Piala Bupati Buol Cup 2025, sementara Dikbud FC harus mengakhiri perjalanannya di babak semifinal.
Redaksi









