Buol, TabeNews.com – Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menyempatkan diri menghadiri acara ulang tahun sahabatnya, Harman M. Paurus, yang digelar di salah satu kafe di pusat Kota Buol. Selasa (28/4/26).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Buol itu menjadi perhatian para tamu undangan yang hadir.
Turut hadir Jupri S. ali, Moh Taufik Intam, Rudi Loi, Bung Oyot, Edhi Idris, Zainudin, Agus Lodong, Rahmat Salakea, Syam Manto dan tamu lainnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Risharyudi terlihat berbaur dengan berbagai kalangan masyarakat. Bahkan, ia juga menyapa dan menemui sejumlah pihak yang selama ini dikenal memiliki pandangan berbeda dengannya dalam dinamika politik maupun sosial.
Menurut Bupati, perbedaan pandangan adalah hal biasa dalam demokrasi, namun persaudaraan harus tetap dijaga demi kepentingan daerah.
“Semua adalah saudara saya. Buol ini milik kita bersama yang harus dibangun bersama-sama. Mari tinggalkan kebencian, bangun kembali silaturahmi, dan bersatu menuju Buol Hebat,” ujar Risharyudi Triwibowo.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang maupun pilihan politik.
“Kalau kita terus terpecah, maka daerah akan sulit maju. Tapi kalau kita bersatu, saya yakin Buol akan berkembang lebih cepat dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Harman M. Paurus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati Buol di momen spesial ulang tahunnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bupati Buol yang di tengah kesibukannya masih meluangkan waktu hadir bersama kami. Ini bentuk persahabatan dan ketulusan yang sangat saya hargai,” ujar Harman.
Ia juga mengapresiasi pesan persatuan yang disampaikan Bupati, seraya berharap semangat kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Acara ulang tahun tersebut berlangsung sederhana namun hangat, diisi dengan ramah tamah, doa bersama, dan diskusi santai bersama para tamu undangan dari berbagai kalangan.
Momentum itu menjadi simbol bahwa perbedaan bukan penghalang untuk menjalin silaturahmi demi kemajuan Buol.
Redaksi









