buol

Bupati Buol Resmikan Gereja Katolik St. Yohanes Don Bosco, Tegaskan Buol Rumah Kerukunan dan Kebebasan Beragama

14
×

Bupati Buol Resmikan Gereja Katolik St. Yohanes Don Bosco, Tegaskan Buol Rumah Kerukunan dan Kebebasan Beragama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com – Bupati Buol Risharyudi Triwibowo secara resmi meresmikan Gereja Katolik Gereja Katolik St. Yohanes Don Bosco Buol yang berlokasi di Jalan Bukit Tontoyon, Leok I, Selasa (28/4/2026). 

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan rumah ibadah bagi umat Katolik di Kabupaten Buol.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Buol Ryan Nathalie Kwendy, Mgr. Benedictus E.R. Untu, MSc selaku Uskup Keuskupan Manado, Pastor Paroki St. Thomas Modo Buol RD. Jufri Anthonius Dotulong, Kepala Dinas PMD Buol Arfandi Wehantow, Moh. Kasim Ali, para tamu undangan, serta jemaat Gereja Katolik.

Dalam sambutannya, Bupati Buol menyampaikan rasa syukur atas berdirinya gereja baru tersebut yang dinilai menjadi tonggak penting bagi perkembangan kehidupan beragama di Kabupaten Buol. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan gereja tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buol, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh imam, panitia pembangunan, umat, dan masyarakat yang telah bekerja keras hingga gereja ini berdiri dengan baik,” ujar Bupati.

Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Buol beserta keluarga yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan gereja tersebut.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami ucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Buol beserta keluarga yang melalui tangan beliau, Tuhan menghadirkan bantuan bagi pembangunan gereja ini,” ucapnya.

Menurut Bupati, sebelum berdirinya Gereja St. Yohanes Don Bosco, umat Katolik di wilayah perkotaan Buol hanya memiliki satu gereja untuk beribadah. Dengan hadirnya gereja baru ini, umat Katolik kini semakin mudah menjalankan ibadah dengan nyaman dan layak.

Ia menegaskan bahwa peresmian gereja bukan sekadar pembukaan bangunan fisik, tetapi peresmian rumah iman yang akan memperkuat hubungan umat dengan Tuhan sekaligus mempererat persaudaraan antar sesama.

“Dari tempat ini akan lahir pribadi-pribadi yang kuat secara spiritual dan memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun masyarakat yang rukun dan harmonis,” katanya.

Bupati juga menekankan bahwa Kabupaten Buol merupakan daerah majemuk yang dibangun di atas semangat toleransi dan saling menghormati. Kehadiran gereja tersebut menjadi bukti bahwa kehidupan beragama di daerah ini berjalan dengan baik.

“Perbedaan adalah kenyataan, dan kerukunan adalah pilihan yang harus terus kita jaga bersama. Gereja ini menjadi bukti bahwa Buol adalah rumah bersama bagi seluruh umat beragama,” tegasnya.

Ia menambahkan, sosok Santo Yohanes Don Bosco dikenal sebagai pelayan umat yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda. Nilai-nilai itu, kata dia, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Buol yang religius dan berkemajuan.

Bupati berharap gereja ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, khususnya generasi muda, agar tumbuh menjadi pribadi beriman, berkarakter, dan mampu memberi kontribusi positif bagi daerah.

Menutup sambutannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebebasan beragama dan menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

“Buol agamis artinya setiap umat berhak beribadah di tempat ibadahnya dengan nyaman, aman, dan damai tanpa tekanan dan tanpa rasa takut. Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu jiwa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Acara berlangsung penuh khidmat dan sukacita, diakhiri dengan penandatanganan prasasti peresmian serta doa bersama sebagai bentuk syukur atas berdirinya Gereja Katolik St. Yohanes Don Bosco Buol.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600