Buol, TabeNews.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat resmi dirasakan oleh peserta didik SDN 14 Biau, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, pada hari ini.
Program tersebut disambut dengan antusias oleh pihak sekolah, para siswa, serta orang tua murid.
Kepala SDN 14 Biau, Nuraida, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya program MBG di sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, program ini sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan gizi siswa sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
“Alhamdulillah, hari ini SDN 14 Biau telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak, khususnya di usia sekolah dasar,” ujar Nuraida saat dikonfirmasi media Senin (19/1/26).
Ia menjelaskan bahwa seluruh siswa SDN 14 Biau menjadi penerima manfaat program MBG. Pelaksanaan program ini dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap hari sekolah, yakni mulai Senin hingga Jumat.
“MBG ini akan dilaksanakan setiap hari Senin sampai Jumat, sehingga anak-anak secara rutin mendapatkan asupan makanan bergizi selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nuraida menyampaikan bahwa makanan yang disajikan telah disesuaikan dengan standar gizi seimbang guna menunjang kesehatan serta meningkatkan konsentrasi belajar siswa.
Adapun menu Makan Bergizi Gratis yang diberikan kepada para siswa pada hari pertama pelaksanaan program ini antara lain nasi putih, lauk daging, tahu goreng dengan saus, sayur acar, serta buah semangka sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi.
Pihak sekolah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan konsisten.
Selain membantu mencukupi kebutuhan gizi siswa, program ini juga diharapkan mampu menanamkan pola hidup sehat, meningkatkan kehadiran siswa, serta menambah semangat belajar di lingkungan sekolah.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, menekan angka stunting, serta memperkuat ketahanan gizi anak di seluruh wilayah Indonesia.
Redaksi









