TABEnews.com,— Dalam suasana penuh sukacita menyambut Hari Raya Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026, umat Kristiani di Kabupaten Toli-Toli terus menunjukkan semangat kebersamaan dan pertumbuhan iman. Salah satunya ditandai dengan pendewasaan Jemaat Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia (GKKAI) Cabang Donggala yang resmi menjadi GKKAI Toli-Toli.
Pendewasaan jemaat tersebut berlangsung khidmat pada Selasa, 16 Desember 2025, sekitar pukul 10.00 WITA, bertempat di GKKAI Toli-Toli, Kelurahan Panasakan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Toli-Toli, Moh. Besar Bantilan, bersama sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh lintas agama.
Perubahan status dari anak cabang menjadi gereja mandiri menjadi momentum penting bagi jemaat. Selain mempermudah proses administrasi dan birokrasi gerejawi, status mandiri ini juga menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap kebebasan beribadah serta penguatan kelembagaan keagamaan di daerah.
Acara berlangsung penuh nuansa religius, ditandai dengan doa bersama serta lantunan lagu-lagu pujian yang dibawakan para pendeta dari GKKAI Donggala dan Toli-Toli. Sukacita dan kekhidmatan terasa menyatu dalam perayaan pendewasaan jemaat tersebut.
Usai menghadiri agenda utama, Wakil Bupati Toli-Toli turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pastori, yang lokasinya berada tidak jauh dari gereja. Pembangunan ini diharapkan dapat menunjang pelayanan pastoral serta pembinaan jemaat ke depan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakapolres Toli-Toli beserta jajaran, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Toli-Toli, anggota DPRD, pimpinan GKKAI Donggala, pimpinan gereja se-Kabupaten Toli-Toli, Sekretaris Lurah Panasakan, panitia pelaksana, jemaat, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan menegaskan bahwa pendewasaan jemaat bukan sekadar perubahan status administratif.
“Pendewasaan jemaat adalah proses kedewasaan iman, kedewasaan organisasi, dan kedewasaan dalam melayani Tuhan serta masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, jemaat yang dewasa adalah jemaat yang mampu berdiri kokoh, bertumbuh secara rohani, mandiri dalam pelayanan, serta menjadi terang bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam sesi wawancara dengan media, Wabup juga menyampaikan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Toli-Toli untuk terus mendukung dan berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat demi menjaga keamanan dan keharmonisan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban lingkungan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga kerukunan dan saling menghormati,” tegasnya.
Ia juga berharap para tokoh agama dapat terus berperan aktif menjaga ketertiban di rumah-rumah ibadah demi terciptanya suasana damai dan aman di Kabupaten Toli-Toli.dskip









