Gorontalo, Tabenews.Com — Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo kembali melakukan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Molosipat. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menyita dua unit alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas tambang ilegal.
Meski demikian, aktivis muda Gorontalo, Arya Sahrain, menilai penindakan tersebut belum menyentuh seluruh titik aktivitas PETI yang masih terus beroperasi di sejumlah lokasi.
Menurut Arya, hingga saat ini aktivitas PETI di kawasan KM 18 Hunggo dan KM 53 diduga masih berjalan tanpa tersentuh hukum.
“Penindakan yang dilakukan Polda Gorontalo kami apresiasi, namun jangan berhenti hanya di Molosipat. Polda Gorontalo Harus memeriksa AA Alias Arlin yang saat ini diduga melakukan aktivitas PETI di wilayah KM 18 dan KM 53, masing-masing di lokasi tersebut menggunakan dua alat berat Merk Sany,” ujar Arya.
Tak hanya itu, Arya turut mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas pengawasan tambang ilegal tersebut.
“Informasi yang kami peroleh di lapangan, pengawas PETI tersebut diduga ARD alias Ardi yang merupakan anak dari AA yang notabenenya merupakan oknum anggota polisi. Ini harus menjadi perhatian Polda Gorontalo,” tegasnya.
Ia meminta Polda Gorontalo untuk tidak tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas PETI yang dinilai semakin merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
“Kalau serius memberantas PETI, maka seluruh aktor yang terlibat harus ditindak tanpa pandang bulu. Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal yang masih berjalan,” tambah Arya.
Diakhir pernyataannya, Arya menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi hingga kasus PETI KM 18 dan KM 53 ditertibkan oleh Polda Gorontalo.
“Kami telah mengantongi sejumlah data konkrit, Mulai dari Foto oknum Polisi yang diduga terlibat saat berada dilokasi, Jalur distribusi BBM Bersubsidi Jenis Solar, dan lain-lain. Maka dari itu, Hari senin depan kami akan menyambangi Polda Gorontalo, dan Akan menyerahkan sejumlah data yang kami kantongi,” tutup arya.










