Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Rekomendasi Warga Buol: Dorong Revitalisasi Pabrik Nata de Coco Lamadong I

82
×

Rekomendasi Warga Buol: Dorong Revitalisasi Pabrik Nata de Coco Lamadong I

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com – Sejumlah warga, akademisi, pemerhati pembangunan, hingga pelaku ekonomi lokal di Kabupaten Buol menyampaikan rekomendasi resmi kepada Pemerintah Daerah terkait rencana revitalisasi Pabrik Nata de Coco yang berlokasi di Desa Lamadong I, Kecamatan Momunu.

Rekomendasi tersebut merupakan hasil diskusi dalam WhatsApp Grup Kanal Aspirasi Warga Buol yang digelar pada Selasa (14/4/2026). Diskusi ini menyoroti pentingnya optimalisasi kembali pabrik yang dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Dalam dokumen rekomendasi yang disampaikan, peserta diskusi menilai bahwa pembangunan pabrik nata de coco tersebut pada awalnya merupakan langkah progresif pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi potensi kelapa lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Namun demikian, dalam implementasinya, keberadaan pabrik tersebut belum memberikan manfaat optimal. Hal ini disebabkan oleh sejumlah kendala mendasar, seperti lemahnya perencanaan turunan, belum tepatnya model pengelolaan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), serta belum adanya kepastian pasar.

“Atas dasar itu, diperlukan langkah penataan ulang secara komprehensif agar pabrik ini dapat kembali berfungsi secara maksimal dan berkelanjutan,” demikian salah satu poin dalam hasil diskusi tersebut.

Adapun sejumlah rekomendasi strategis yang disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buol antara lain:

Pertama, melakukan audit dan kajian kelayakan ulang terhadap kondisi bangunan, mesin, kapasitas produksi, potensi bahan baku, hingga aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan arah kebijakan ke depan lebih terukur dan berbasis data.

Kedua, merevitalisasi model pengelolaan aset dengan pendekatan profesional, melalui skema pengelolaan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda), kerja sama dengan pihak swasta atau investor, kemitraan dengan koperasi atau BUMDes, hingga skema kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Ketiga, memperkuat strategi pemasaran dengan membangun jaringan distribusi yang jelas, baik untuk pasar lokal, regional, maupun luar daerah, termasuk membuka peluang kerja sama dengan industri makanan dan minuman.

Keempat, mendorong diversifikasi produk. Pabrik tidak hanya difokuskan pada produksi nata de coco, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sentra fermentasi berbasis potensi lokal, seperti nata de sagu, nata de pina, nata dari nira aren, hingga bahan baku lokal lainnya yang tersedia di Kabupaten Buol.

Kelima, memperkuat kapasitas SDM melalui pelatihan teknis produksi, manajemen usaha, pengendalian mutu, serta pemasaran digital agar pengelolaan pabrik lebih profesional dan berdaya saing.

Keenam, menjadikan evaluasi terhadap pabrik ini sebagai model dalam menilai aset-aset daerah lainnya yang belum produktif, sehingga seluruh investasi pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Para peserta diskusi berharap agar rekomendasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan serius bagi Pemerintah Daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif, profesional, dan berkelanjutan.

“Ini adalah bentuk kepedulian bersama agar aset daerah tidak terbengkalai, tetapi justru menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Admin Grup, Suleman Dj. Latantu, mewakili peserta diskusi.

Dengan adanya dorongan dari berbagai elemen masyarakat ini, diharapkan Pabrik Nata de Coco Desa Lamadong I dapat kembali dihidupkan dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Buol.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600