Tolitoli, Tabenews || Pengurangan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat mendapat reaksi dari Tolitoli, Sulteng Tengah.
Bahkan DPRD setempat hari ini, Kamis (27/1) menggelar agenda dengar pendapat dengan OPD terkait, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Peternakan dan Perkebunan serta Dinas Ketahanan Pangan.
Pantauan Tabenews, di awal acara yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jemy Yusuf, suasana agak memanas ketika anggota dewan dari PKS Asrullah mengaku tidak paham dengan penjelasan Kadis TPH H Rustan Rewa.
Sebelumnya, kadis TPH Tolitoli itu memaparkan kalau usulan pupuk bersubsidi berdasarkan e-RDKK dari kelompok tani.
Secara gamblang Kadis TPH itu menyebutkan, kalau tahun ini kuota pupuk bersubsidi mengalami penurunan sampai 50 persen.
Dia merincikan untuk usulan sesuai e-RDKK untuk pupuk jenis Urea sebanyak 6.900 ton. Tetapi, kuota yang diberikan Kementan hanya 1.500 ton, ini berarti ada selisih, jelas kadis.
Demikian hal dengan NPK yang harus berdasarkan e-RDKK semua mengalami penurunan kuota.
“Ini sudah keputusan dari Kementan dan berlaku Nasional. Bukan hanya di Tolitoli ada pengurangan, semua ini begini, ” ujar Rustan.
Tetapi katanya lagi, sebelumnya dinas juga sudah membagikan pupuk non subsidi gratis. “Pemda melalui dinas toh yang ditandatangani Bupati sudah mengupayakan pupuk gratis non subsidi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, ada juga bantuan pupuk gratis melalui program READSI untuk puluhan kelompok tani.
Serta melalui program lainnya yang membagikan pupuk non subsidi secara gratis.









