Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Proyek Renovasi Sekretariat HPMIGU Tak Kunjung Selesai, Adrian: Tidak Jelas

78
×

Proyek Renovasi Sekretariat HPMIGU Tak Kunjung Selesai, Adrian: Tidak Jelas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tabenews.Com GORUT – Proyek renovasi sekretariat Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo Utara (HPMI-GU) yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2022 kemarin, hingga saat ini masih belum juga menunjukan titik finish.
Penyebab lambatnya proses penyelesaiannya hingga saat ini belum juga diketahui, hal itu tentu menuai pertanyaan dari para aktifis HPMIGU itu sendiri, terlebih para mahasiswa yang menghuni aset daerah tersebut.

“Sebelumnya terimakasih banyak kepada Bupati Thariq yang telah mengindahkan suara kami untuk realisasi proyek ini,” kata Ketua HPMI-GU 2022, Adrian Pianus kepada awak media, Senin (09/01/2022).
Adrian melanjutkan bahwa proyek renovasi itu telah dimulai sejak awal Desember 2022 dan ditargetkan akan selesai pada tanggal 25 Desember, namun hingga Januari 2023 proyek itu juga jelas kapan dirampungkan.
“Sesuai proposal yang diajukan jumlah anggarannya ada Rp.34 Juta Rupiah dan telah dieksekusi pada awal Desember kemarin dan target selesainya pada tanggal 25 Desember, namun sampai dengan saat ini tidak jelas sampai mana proyek ini akan selesai,” jelasnya.
“Anggaran renovasi gedung di sekretariat HPMI-GU yang diberikan pemerintah daerah sangat terbatas, sementara yang membutuhkan sangat banyak. Oleh karena itu, penting dipertimbangkan  dan diperhitungkan agar anggaran yang ada bisa terealisasi dengan baik dan tuntas serta  tidak meninggalkan masalah, anggaran renovasi ini juga terhitung sangat terbatas. Tentunya hal ini harus dikelola sebaik mungkin agar bisa menyelesaiakan masalah yang sifatnya prioritas. Jangan sampai mangkrak, karena tahun berikutnya belum tentu kami dapat anggaran lagi,“ timpalnya.
Sebelumnya mahasiswa IAIN Sultan Amai itu telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor yang dipercayakan oleh Pemda Gorut untuk mengerjakan proyek itu, namun sayangnya pihak kontraktor kata Adrian kerap memberikan respon yang kurang kooperatif.
“Sudah berkali-kali saya hubungi kontraktor namun yang bersangkutan selalu janjikan akan segera diselesaikan, tapi tetap saja tida ada tindak lanjut yang jelas, malahan yang bersangkutan malah memberikan respon yang kurang baik dengan bilang ‘tunggu saja kita pe urusan itu’. Parah nya lagi saat saya minta dokumen pengerjaan tapi jawabannya sangat tidak beretika, katanya, “kapasitas apa minta dokumen ? silahkan ngana lewat pengadilan kalo ingin lihat, itu dokumen negara bukan pambungkus pisang goreng” jelasnya lagi.
Upaya dalam memberikan transparansi data sebelumnya telah dijamin dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sementara dokumen pengerjaan proyek itu seolah ditutupi oleh kontraktor.
Renovasi fasilitas gedung sekretariat tersebut yakni perbaikan kamar mandi, jamban, dan pengecatan dinding gedung yang sudah memudar serta beberapa properti yang mesti diperbaharui. Pengerjaan renovasi itu menjadi sebuah hal yang harus diprioritaskan  oleh pemerintah daerah, sebab sudah sejak 2012 gedung tersebut tidak representatif untuk ditempati karena tidak adanya jamban yang bisa digunakan oleh para mahasiswa.
“ini kan aset daerah maka harus dirawat oleh daerah, kami ini dari Gorut dan untuk Gorut. Sudah 10 tahun sekret jambannya tidak bisa kami gunakan, setiap kami mau BAB harus tahan hingga bisa dapat WC umum,”  keluh Adrian.
Pemuda asal Desa Lelato, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara itu pada akhirnya berharap bahwa pemerintah daerah harus lebih memperhatikan hal-hal semacam ini, sebab jika dalam proyek sekeceil ini saja tidak bisa diselesaikan dengan baik apalagi proyek yang menggunakan dana yang lebih besar.

“Kami sangat menaruh harap pada proyek ini, ada banyak nasib yang menggantung disana khususnya kami mahasiswa Gorut yang menempati sekret ini,” tandasnya.
Redaksi
Example 120x600