Dalam rangkah mencegah peredaran Narkotika kabupaten Tolitoli yang masuk dalam wilayah hukum polres Tolitoli maka kepolisian Resort satintelkam polres laksanakan melaksanakan diskusi terbuka melakui “forum Group discussion (FGD)” di Aula parama Satwika makopolres pada pukul 14.12 wita (Rabu 10 september 2025).
Keprihatinan atas peredaran narkoba di akui kapolres Tolitoli saat sambutan nya siang tadi di hadapan mahasiswa HMI ,para camat serta kades yang hadir nampak juga hadir ketua MUI kabupatean Tolitoli.
“Polisi tidak bisa kerja sendiri,ini tanggung jawab semua komponen masyarakat”Kata AKBP Wayan waycarana Aryawan Sik.
Generasi muda ke depan tergantung sikap pendidik hari oleh kepala dinas pendidikan menegaskan jika hari ini jangan kan narkoba para guru sudah tentu ingatkan siswa siswi yang merokok saja di larang keras,cuma untuk mahasiswa apakah juga saat ini bersih dari narkoba” ungkap kadis pendidikan
Nampak yang hadir berikan paparan AKP Army kasatintelkam,IPTU Herman Yoseph SH MH serta perwakilan dari HMI,dan di saat kasat narkoba berikan paparan terkait sistem penegakan hukum di hadapan para peserta dan undangan menujukkan sikap Toleransi atas penghormatan terhadap Azan shalat ashar yang di kumandangkan dan paparan di hentikan sampai selesai azan
Di ketahui kapolres,wakapolres dan kasat intelkam dan kasat Narkoba merupakan Non muslim namun saat azan Ashar terhenti,salah seorang wartawan salut dengan prilaku pejabat di polres siang tadi.
Prilaku yang di tunjukkan adalah prilaku santun serta akhlak sesuai tuntunan islam di tengah keprihatinan Marak nya narkoba yang hancurkan Akhlaq generasi kita”Celetuk syamsu Alam dari pers sore tadi
Armen djaru








