TABENEWS, Tolitoli – Rencana penilaian Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara, sebagai nominasi tingkat nasional Desa Berkinerja Baik dalam Penurunan Stunting 2025 harus mengalami penundaan sehari. Semula agenda dijadwalkan berlangsung pada Selasa (26/8/2025), namun diundur menjadi Rabu (27/8/2025).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tolitoli, Samsuh M. Saleh, S.Ag., M.Si., memastikan penundaan tersebut tidak berkaitan dengan aspek teknis penilaian di lapangan. Menurutnya, perubahan jadwal murni disebabkan oleh faktor transportasi tim penilai yang datang dari Jakarta.
“Tim mengalami kendala pada jadwal penerbangan sehingga baru bisa tiba di Tolitoli keesokan harinya. Karena itu, penilaian akhirnya diundur menjadi Rabu pagi pukul 09.00 WITA,” ungkap Samsuh, Senin (25/8/2025).
Meski tertunda, pihak DPMD menilai ada sisi positif dari perubahan jadwal ini. Pemerintah Desa Ogotua bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, mendapatkan waktu tambahan untuk memantapkan persiapan.
Samsuh menekankan bahwa kesiapan data serta kondisi lapangan menjadi faktor penting dalam menghadapi evaluasi tim penilai nasional. Dengan adanya tambahan waktu, ia berharap seluruh perangkat desa dapat semakin matang dalam menampilkan capaian yang telah diraih.
“Harapan saya, dengan adanya penundaan ini, Desa Ogotua bisa semakin siap. Kesiapan data dan fakta di lapangan adalah kunci agar proses penilaian berjalan optimal,” tegasnya.
Desa Ogotua sendiri menjadi salah satu desa unggulan di Tolitoli yang masuk dalam nominasi nasional berkat konsistensi dan inovasi dalam menurunkan angka stunting. Penilaian lapangan akan meliputi berbagai aspek, mulai dari program gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga sinergi lintas sektor yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat.
Apabila Desa Ogotua berhasil meraih predikat desa berkinerja baik tingkat nasional, hal ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Tolitoli bahkan di Sulawesi Tengah untuk terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.
Fajrin/tabenews.com








