Buol TabeNews.com — Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun 2025 sekaligus membahas persiapan program strategis menghadapi tahun 2026.
Agenda tersebut berlangsung di Ruang Pobokidan, Lantai II Kantor Bupati Buol, Selasa (2/12), dan dimulai pada pukul 09.25 WITA. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, didampingi Wakil Bupati Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto.
Dalam laporannya, Pj. Sekretaris Daerah Moh. Yamin Rahim, S.H., M.H. menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini digelar untuk menyatukan sikap, langkah, dan arah pembangunan agar seluruh program pemerintah daerah berjalan konsisten menuju target 2026.
Ia menegaskan bahwa penyelarasan ini penting untuk memperkuat efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta memastikan seluruh perangkat daerah memiliki visi dan pemahaman yang sama.
Pj. Sekda juga melaporkan bahwa beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berhalangan hadir karena menjalankan tugas luar daerah. Meskipun demikian, seluruh camat hadir lengkap, tujuh lurah hadir sementara satu lurah berhalangan karena sakit, serta hampir seluruh kepala desa turut serta dalam agenda strategis tersebut.
Adapun sejumlah isu utama yang dibahas meliputi:
– Penyampaian arah kebijakan pemerintah daerah oleh Bupati;
– Paparan program prioritas nasional dan daerah;
– Optimalisasi pendapatan daerah;
– Strategi percepatan penanganan stunting;
– Upaya penurunan kemiskinan ekstrem.
Dalam arahannya, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo MM menegaskan pentingnya perubahan pola kerja pemerintah daerah untuk menghadapi tantangan pembangunan saat ini, terutama dalam isu stunting dan kemiskinan ekstrem.
Ia menyoroti data terbaru BPS yang menempatkan Kabupaten Buol sebagai daerah dengan angka stunting tertinggi di Sulawesi Tengah, serta berada pada posisi kedua dalam kategori kemiskinan ekstrem.
“Perubahan cara kerja lintas sektor adalah keharusan. Kita harus jujur dalam pendataan dan serius di setiap tahapan penanganan. Semua pihak, mulai dari OPD hingga desa, harus bergerak dengan komitmen yang sama,” tegas Bupati.
Bupati juga menekankan agar tidak ada lagi praktik mempertahankan angka kemiskinan demi mempertahankan bantuan.
Ia meminta seluruh aparatur untuk bekerja dengan disiplin, menghadiri agenda-agenda penting daerah, dan menjaga integritas dalam setiap proses pembangunan.
Dengan kerja bersama yang lebih terukur, efektif, dan saling mendukung, Pemerintah Kabupaten Buol optimistis dapat keluar dari posisi terbawah serta menghadirkan capaian pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Redaksi









