Buol, TABEnews.co – Sosialisasi Program solusi solar Koperasi Untuk Nelayan ini di Inisiasi salah satu Koperasi Produksi Arsy Berkah Cahaya yang berkedudukan Di Palu Sulawesi Tengah bekerjasa sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buol
Kegiatan ini Bertempat Di Aula lantai Dua Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buol yang mana di buka langsung oleh Asisten Perekonomian dan pembangunan Arianto Rieoh, Jum’at (29/9/2023)
Asisistem perekonomian dan pembangunan Arianto Rioeh usai membuka sosialisasi mengatakan program ini bentuk langkah cepat pemerintah mencari solusi di tengah kebijakan pengurangan subsidi BBM bagi kalangan mampu. Dengan program bertajuk Solar untuk Koperasi Nelayan ini maka diharapkan setiap nelayan mendapatkan harga BBM yang terjangkau.
“Program solar Koperasi untuk Nelayan ini sangat penting agar setiap nelayan melalui Koperasi dengan mudah dapat membeli solar secara terjangkau dan muda diperoleh,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Ibu Farida Dewi Yanti selaku ketua koperasi Produksi Arsy Berkah Cahaya Sulawesi Tengah memaparkan bahwa adapun program solusi solar untuk Nelayan merupakan Program kementrian koperasi dan UKM serta kementrian perikanan dan kelautan, dan kementrian BUMN secara langsung sehingga keberpihakan Pemerintah kepada Nelayan ditengah kebijakan pengalihan Subsidi BBM,adanya program ini kedepan menyalurkan BBM solar Subsidi lebih tepat sasaran.

Kadis kelautan dan perikanan Moh Kachfi Mardjuni dalam sambutannya terkait Sosialisasi Program Solusi Solar Koprasi Untuk Nelayan oleh Koperasi Produksi Arsy Berkah Cahaya bersama jajarannya memberikan Apresiasi yang Setinggi-tingginya dimana telah memilih kabupaten Buol menjadi skala prioritas untuk mensosialisasikan program Solusi Solar Koperasi untuk Nelayan tentunya selaku kepala Dinas Perikanan berharap kiranya program ini sedapat mungkin dapat diaplikasikan
“Program ini akan memberi dampak langsung pada kesejahteraan nelayan. Dengan solusi solar untuk koperasi nelayan ini, tentu akan memperbaiki akses nelayan untuk mendapatkan kemudahan solar. Sehingga nanti kenaikan solar tidak terlalu berdampak karena rantai pasoknya akan diperbaiki melalui SPBUN,” katanya
Dengan Panjang garis Pantai ± 167 Km serta pulau kecil, dengan potensi Lestari 37.627,7 ton/ tahun dan luas zona laut ± 3.777 km 2 .
kabupaten Buol memiliki potensi perikanan dan kelautan yang dapat menyokong peningkatan pendapatan daerah. Potensi tersebut meliputi perikanan, dasar laut, pesisir hingga daratan yang mencakup perairan umum, tambak, dan budidaya air tawar dan dengan komoditas ikan tuna, cakalang, tenggiri, selar, kembung, ketombo, lajang dan lain-lain.
Tabel. Potensi Perikanan dan Kelautan Menurut Kecamatan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol menjadikan Kawasan perairan sebagai Kawasan konservasi perairan daerah dengan jenis suaka alam perairan hewan Langkah di Sulawesi Tengah.
Demikian diuangkap Kepala Dinas Perikanan Moh. Kachfi Marrdjuni, S.Pi, diruang kerjanya Sabtu di Buol.
Menurut Moh. Kachfi Mardjuni, S.Pi penetapan Kawasan konservasi perairan merupakan salah satu Upaya untuk melindungi sumberdaya hayati perairan laut, termasuk di dalamnya seumber daya kepiting kenari (kraf) dan kepiting biru dari kepunahan.Kata dia, Upaya penetapan Kawasan konservasi perairan dimulai dengan melakukan identifikasi penilaian calon Kawasan konservasi pendacangan Kawasan konservasi perairan dan penetapan Kawasan, “sambung Moh. Kachfi Mardjuni, S.Pi.
Lanjut Moh. Kachfi Mardjuni, S.Pi, program pencadangan konservasi perairan laut. Selain Dinas Perikanan, juga melibatkan beberapa Dinas lainnya diantaranya Dinas Kehutanan dan Pariwisata. “Kepiting kenari (kraf), kepiting biru, tapal kuda (hourse kraf) serta penyu ini memang termasuk hewan Langkah yang wilayah sebarannya rata-rata memang kalau berdasarkan garis swalace, berarti hanya di Buol artinya kepiting kenari ini adalah salah satu endemic Sulawesi, “terangnya.
Dijelaskan Moh. Kachfi Mardjuni, S.Pi keempat jenis hewan Langka ini penyebarannya tersebar disejumlah kepaulaun yang terletak di wilayah Kecamatan Paleleh, serta merupakan
hewan dilindungi. Sayangnya keberadaan kedua jenis hewan yang memiliki habitat di wilayah daerah tertentu itu kini kondisinya berangsur punah.
Menurut catatan Dinas Perikanan sekarang ini potensi kepiting kenari dan kepiting biru diperkirakan habitatnya tinggal hampir 10-20ribu ekor. “Oleh karena itu Pemerintah Daerah berharap semua pihak agar dapat Bersama menjaga kelestarian kedua jenis hewan ini. Kami berhara pada pemerhati-pemerhati hewan turun langsung mengggiatkan pelestariannya,“ harap Kachfi.
Ditegaskannya, program Kawasan konservasi perairan daerah yang telah dicanangkan dengan membangun posko-posko pengawasan di pulau yang memiliki habitat hewan-hewan endemic tersebut.
Dirinya,menambahkan program penetapan Kawasan konservasi sebagai bentuk Upaya pemerintah setempat melindungi sumberdaya hayati perairan laut secara keseluruhan, Termasuk didalamnya adalah sumberdaya ikan dari kepunahan.
Hadir saat kegiatan Sosialisasi Kabid Bidang Koperasi UKM,Jajaran pengurus Koperasi Produksi Arsy Berkah Cahaya,perwakilan Koperasi Dan UKM,Para perwakilan Kelompok Nelayan sekabupaten Buol.
Redaksi









