Mengurai Benang Kusut tambang ilegal di batas Tolitoli-Buol Sulawesi Tengah, perlunya keseriusan aparat penegak hukum (APH).
Kasus 3 Agustus lalu, bagian dari benang kusut emas Tabong hingga Janja yang begitu menggiurkan pemburuh rupiah.
Catatan, media ini setahun lalu atau Juli 2022 Tabong terendus media namun buah kerja APH seperlu belum terdengar kabar pastinya.
Setidaknya efek merah bagi pemalu ilegal di sana belum terlihat sehingga begitu bebasnya mereka beraksi.
Mereka paham kalau usaha ilegal mereka mengandung resiko sehingga berbagai cara mereka lakukan seperti melengkapi diri dengan cara cara yang juga tidak dibenarkan.
Darpian SH pemeduli lingkungan, blak blakan mengatakan kalau digaan keterlibatan aph di Tabong sangat jelas.
Ini ibarat, gajah di pelupuk mata tapi tak terlihat. Belum lagi adanya oknum mengantongi senpi suatu pembiaran oleh APH yang disesalkan.
Jelas dan tegas dari Pimpinan Polri di sini. Dugaan bahkan dipertontonkan kantongi Senpi perlu penindakan yang tegas sebelum memakan korban, jelas Darpian.
Oknum FS seakan tak tersentuh hukum sehingga begitu koboy nya kantongi senpi dan senjata tajam mirip Samurai.
Saksi korban Alan, mengaku liat persis senpi di kantong FS dan itu bukan korep atas manis gas.
Melihat fakta bahwa ada oknum. Yang sok koboy mengantongi senpi betarti disana mengandung kerawanan yangnperlu di waspadai dan aph tidak boleh tutup mata.@ed








