Uncategorized

Kadis : Main Hakim Sendiri tidak benarkan, harus dihukum

196
×

Kadis : Main Hakim Sendiri tidak benarkan, harus dihukum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Tolitoli, TABEnews —

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Vera Mangoal: kutuk pelaku pembongkaran rumah warga tak mampu apalagi ada anak kecil dan perempuan yang terdampak. 

Pernyataan kepala dinas ini disampaikan saat mendengar penjelasan ada warga di Desa Timbolo kini harus menepih akibat dibongkar warga pondoknya. 
Menurut Kadis,  kalau ada salah anggota keluarganya melakukan tindakan pidana,  maka dianyalah yang diproses hukum. Bukan menghakimi sampai merusak rumah yang akibat anak dan lainnya ikut terhukum.
Itu pemerintah Desa setempat harus melindungi anak dan perempuan yang tidak bersalah. 
“Saya tidak bisa benarkan cara seperti ini. Itu main hakim sendiri namanya dan tidak ditolelir di negeri ini, ” paparnya. 
Tidak boleh. Orang yang bertindak dengan menghakimi orang lain harus ditindak demi hukum, katanya. 
Seperti ditayangkan sebelumnya, satu keluarga di desa Timbolo mendapat perlakuan main hakim sendiri oleh beberapa orang warga. 
Peristiwa ini diduga diketahui aparat desa karena saat kejadian dua pekan silam Sekdes dan BPD ada di TKP. 
Bahkan warga menyebut kalau Sekdes mendukung pembongkaran rumah Fathudin warga tidak mampu di desa itu. 
Akibatnya sepuluh anggota keluarga lainnya termasuk anak dan perempuan terdampak dan trauma atas perlakuan yang tidak dibenarkan oleh hukum itu–main hakim sendiri. 
Anehnya, Sekdes ketika dikonfirmasi mengatakan kalau dia hadir di TKP hanya mengawal agar tidak terjadi kekerasan. 
Terkesan Sekdes menjadi otak pembongkaran itu karena membiarkan warga bertindak yang berlawanan dengan hukum. 
Ketika disoal, kenapa Sekdes tidak mencegat warga, Sekdes tidak memberi jawaban yang pantas dan layaknya sebagai seorang aparat yang harus melindungi warga. 
Bahkan Sekdes menyerah yang bagaimana kami lindungi pak? Seakan Sekdes tidak pusing dengan anak kecil dan perempuan yang ada dalam rumah itu. 
Sekdes mengaku, saat rumah akan dibongkar anak anak diturunkan dulu dari baru dibongkar. 
Salah seorang anak tampak trauma karena ketika melihat orang banyak ketakutan. 
Example 468x60
Example 120x600