Tolitoli – Suasana diskusi berlangsung hangat bahkan cenderung alot dalam kegiatan Rembug Tani yang digelar di Aula BPP Ginunggung dalam rangka penentuan jadwal tanam padi pada Musim Tanam (MT) Asep. Namun dari dinamika tersebut, lahir kesepakatan penting yang menjadi angin segar bagi para petani.
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur strategis, mulai dari Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Koordinator Penyuluh, Kasi Kesra Kecamatan Galang, Ketua KTNA Kabupaten Tolitoli Taufik SE, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pengamat Air, Pengamat Hama dan Penyakit, perwakilan BMKG, Kepala BPP, para penyuluh, Ketua GP3A, P3A, hingga kelompok tani dan petani setempat.
Meski berlangsung dengan perdebatan yang cukup tajam, forum tersebut tetap berjalan kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Fokus utama pembahasan yakni menyelaraskan jadwal tanam agar produksi padi lebih optimal, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan seperti kekeringan dan serangan hama.
Ketua KTNA Kabupaten Tolitoli, Taufik SE, menegaskan pentingnya kekompakan seluruh elemen pertanian dalam menjaga keberlanjutan produksi.
“Produksi tinggi, petani senang. Harga beras naik, petani sejahtera. Infrastruktur pertanian baik, produksi juga pasti meningkat,” tegas Taufik.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara petani dan penyuluh sebagai kunci keberhasilan sektor pertanian di daerah.
“Salam kompak bersama petani dan penyuluh, selalu menjaga hubungan, silaturahmi tanpa batas,” tambahnya.
Rembug tani ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan pertanian. Dengan jadwal tanam yang telah disepakati, diharapkan musim tanam kali ini mampu mendongkrak produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Tolitoli.
pewarta:fajrin









