Buol, TabeNews.com — Ketegangan tampak jelas di wajah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buol, Muhamad A. Singara, S.Ag, M.Si, saat menyaksikan langsung laga hidup-mati antara Dikbud FC menghadapi Black Tiger Bodi FC dalam lanjutan Turnamen Bupati Buol Cup 2026, Kamis (15/01/2026), di Stadion Kuonoto Buol.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, pertandingan langsung berjalan keras dan penuh tensi. Kedua tim tampil ngotot, saling menekan dan jual beli serangan demi mengamankan satu tiket menuju empat besar (semifinal). Duel-duel fisik tak terhindarkan, sementara sorak-sorai suporter terus menggema di tribun stadion.
Hingga babak pertama usai, skor masih imbang tanpa gol. Memasuki babak kedua, tempo permainan justru semakin meningkat. Dikbud FC dan Black Tiger Bodi FC sama-sama berusaha memecah kebuntuan, namun rapatnya pertahanan dan sigapnya penjaga gawang membuat skor tetap bertahan hingga waktu normal berakhir.
Laga pun dilanjutkan ke perpanjangan waktu dua kali 10 menit. Meski sejumlah peluang tercipta dari kedua kubu, keberuntungan belum berpihak pada siapa pun. Skor tetap imbang hingga wasit akhirnya menunjuk titik putih.
Pada babak adu penalti, mental dan konsentrasi pemain Dikbud FC tampil lebih solid. Tendangan demi tendangan berhasil dieksekusi dengan baik, sementara satu eksekutor Black Tiger Bodi FC gagal menuntaskan tugasnya.
Dikbud FC pun keluar sebagai pemenang dan memastikan langkah ke semifinal Turnamen Bupati Buol Cup 2026.
Usai pertandingan, Kadis Dikbud Buol Muhamad A. Singara, S.Ag, M.Si mengaku lega sekaligus bangga atas perjuangan timnya.
“Dengan lolosnya Dikbud FC ke semifinal empat besar, yang paling penting sekarang adalah persiapan menghadapi lawan berikutnya dan menjaga konsistensi permainan para pemain,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di pinggir lapangan.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kedisiplinan pemain dalam menjalankan strategi pelatih serta kekompakan tim di setiap lini.
“Kami optimis Dikbud FC mampu meladeni siapa pun di semifinal. Formasi tim terlihat kompak, pemain menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sesuai posisinya masing-masing,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muhamad A. Singara juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi fair play dan sportivitas sepanjang turnamen berlangsung.
“Bupati Cup ini harus kita jaga bersama. Baik tim, penyelenggara, maupun suporter harus tetap menjunjung sportivitas, karena turnamen ini menjadi ajang pencarian dan pembinaan generasi pemain lokal Buol ke depan,” tegasnya.
Diketahui, Dikbud FC mayoritas diperkuat oleh para guru di Kabupaten Buol, dengan komposisi pemain lokal mencapai sekitar 95 persen. Sesuai hasil keputusan technical meeting, setiap tim diperbolehkan merekrut maksimal tiga pemain luar daerah. Saat ini, Dikbud FC diperkuat dua pemain transfer masing-masing dari Persipal Palu dan Gorontalo.
Sementara itu, Pelatih Dikbud FC Amir Arka Hamzah mengapresiasi kerja keras seluruh pemain yang mampu tampil disiplin hingga menit akhir pertandingan, meski berada dalam tekanan tinggi sejak babak pertama.
“Ini pertandingan yang sangat menguras emosi dan stamina. Anak-anak bermain dengan hati, disiplin, dan tidak panik meski pertandingan berjalan keras sampai adu penalti,” ujar sang pelatih seusai laga.
Menurutnya, kunci kemenangan Dikbud FC terletak pada mental bertanding dan kepercayaan diri pemain saat menghadapi babak adu penalti.
“Kami sudah siapkan skenario terburuk, termasuk penalti. Alhamdulillah para eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Ini buah dari latihan dan kekompakan tim,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan untuk menghadapi semifinal nanti.
“Masih ada kekurangan yang harus dibenahi, terutama transisi dan penyelesaian akhir. Namun secara keseluruhan, saya bangga dengan perjuangan tim,” tutupnya.
Kemenangan dramatis ini menjadi bukti bahwa Dikbud FC bukan sekadar tim pelengkap, melainkan salah satu kandidat kuat juara di Turnamen Bupati Buol Cup 2026.
Redaksi









