tolitoli

Jembatan Gantung Putus di Tolitoli, 20 Warga Jatuh ke Sungai, 2 Luka Berat

108
×

Jembatan Gantung Putus di Tolitoli, 20 Warga Jatuh ke Sungai, 2 Luka Berat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tolitoli – Suasana pesta pernikahan di Dusun Panyapu, Desa Galumpang, Kecamatan Dako Pemean, Kabupaten Tolitoli, mendadak berubah mencekam pada Minggu sore (7/9/2024). Sekitar pukul 16.30 WITA, jembatan gantung yang menjadi akses utama warga di desa tersebut tiba-tiba putus saat ramai dipadati pengunjung acara.

Jembatan gantung yang terletak di atas sungai itu ambruk diduga akibat kelebihan beban. Warga yang tengah berbondong-bondong menuju lokasi hajatan pengantin tak menduga bahwa pijakan mereka tak lagi mampu menahan berat badan puluhan orang sekaligus. Dalam hitungan detik, mereka terjun bebas ke sungai di bawahnya.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Kapolsek Dako Pemean yang turun langsung ke lokasi melaporkan, sedikitnya 20 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, dua orang mengalami luka berat dan langsung mendapat penanganan medis di Puskesmas Dungingis, sementara lainnya mengalami luka ringan.

“Diduga kuat penyebabnya adalah over kapasitas, karena saat kejadian banyak warga yang hendak menyebrang menuju acara pernikahan di seberang sungai,” ungkap Kapolsek dalam laporan resmi kepada Kapolres Tolitoli.

Polisi yang tiba di tempat kejadian langsung berkoordinasi dengan pemerintah Desa Galumpang, melakukan olah TKP, serta mendata para korban. Dokumentasi dan laporan awal juga telah disusun sebagai bahan tindak lanjut penanganan insiden tersebut.

Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian itu mengaku panik melihat kerumunan orang jatuh bersamaan. Jeritan minta tolong terdengar dari bawah jembatan, sementara warga lainnya bergegas menolong korban yang terbawa arus sungai.

Hingga berita ini diturunkan, jembatan gantung di Dusun Panyapu dinyatakan tidak dapat digunakan. Warga setempat terpaksa menyeberang sungai dengan cara darurat atau mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh. Kondisi ini membuat aktivitas warga menjadi terhambat.

Selain akses transportasi yang terganggu, peristiwa ini juga menimbulkan trauma bagi sejumlah korban dan keluarga. Sejumlah orang tua terlihat masih mencari anak mereka yang tercebur, meski mayoritas berhasil dievakuasi.

Pihak kepolisian bersama aparat desa kini tengah menunggu data resmi jumlah korban dan identitas lengkap para warga yang terlibat dalam insiden tersebut. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk meninjau kondisi infrastruktur yang ada di wilayah terpencil, agar kejadian serupa tak kembali terulang.

Peristiwa jembatan putus di Tolitoli ini menjadi alarm keras bahwa fasilitas penghubung di daerah pedesaan perlu mendapat perhatian lebih. Infrastruktur yang tidak layak bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menelan korban jiwa.

Example 468x60
Example 120x600