Aksi kronologis terhadap pemukulan Agung Trianto terjadi.ย
Ikuti jejak knologisnya.
Pukul 14.30 WITA, masa aksi sampai di Kantor Bupati, dan melakukan orasi secara bergantian.
Pukul 15.00 WITA Awalnya proses aksi masih kondusif. Namun, saat Bupati Buol mohon pamit untuk melakukan sholat Asar di Masjid Agung Buol, terlontar kalimat provokatif dalam orasi Agris Batalipu dan Amran Batalipu.
Kalimat tersebut adalah: “Jangan lari pak Bupati” ujar Agris Batalipu
Kemudian langsung di lanjutkan oleh Amran Batalipu dengan teriakan yang sama “๐๐ผ๐ธ๐๐ฒ๐ฟ ๐ฅ๐๐ฑ๐ถ ๐ท๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐น๐ฎ๐ฟ๐ถ, ๐ท๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐ฐ๐๐”
Spontan masyarakat yang merasa Bupati Buol di kata-katai kasar padahal Bupati merupakan simbol daerah dan pemimpin seluruh masyarakat marah..
Aksi sempat memanas antara masa aksi dan masyarakat yang merasa Bupati Buol telah di kata-katai kasar.
Namun akhirnya Aksi berlanjut kembali dan masa dapat di tenangkan.
Pukul 15.45 selepas sholat ashar Bupati Buol di informasikan akan datang menemui langsung masa aksi dan menjawab beberapa tuntutan aksi.
Olehnya, beberapa orang yang merasa Bupati Buol harus di amankan, sebab akan menemui masa aksi, mencoba mengawal Bupati di titik beliau akan turun yang saat itu sudah ada barisan Polisi Pamong Praja.
Saat berjalan menuju titik tersebut, seorang pemuda bernama Agung Trianto di datangi oleh Aristander Batalipu dan Agris Batalipu, dari gelagatnya memang merencanakan untuk memukul Agung Trianto.
Saat itu, seseorang sempat menahan Aristander, namun Agris Batalipu kemudian mendekati Agung Trianto dan memukul (meninju) pipi kiri Agung Trianto.
Karena melihat Agung Trianto di pukuli oleh Agris Batalipu, akhirnya teman-teman Agung Trianto spontan refleks membalas tindakan Agris yang tanpa sebab, memukuli Agung.
Insiden ini murni terjadi karena tindakan spontanitas dari Agris Batalipu yang arogan dan memukuli Agung yang sedang berjalan menuju tempat Bupati Buol akan menemui masa aksi.
Jadi tuduhan bahwa Agris Batalipu di pukuli orang suruhan Pak Bupati itu *tidaklah benar*
Sebab, saat insiden ini terjadi, Bupati Buol baru dalam perjalanan ke kantor Bupati selesai melaksanakan sholat (Tidak berada di tempat).
Kedua, insiden ini terjadi murni spontanitas orang-orang yang merupakan kerabat Agung Trianto (korban pemukulan Agris Batalipu).
Artinya, Agris Batalipu di pukuli merupakan reaksi atas tindakan pemukulanya terhadap Agung Trianto.
Setelah sempat di lerai dan di amankan, aksi masa ini kemudian kembali dari kantor Bupati Buol.
Saat ini, Agung Trianto sudah melapor di Polres Buol atas tindakan pemukulan yang di lakukan oleh Agris Batalipu.











