tolitoli

Dua Perusahaan Lirik Potensi Batuan di Bajugan dan Galumpang, Baru Tahap Sosialisasi

191
×

Dua Perusahaan Lirik Potensi Batuan di Bajugan dan Galumpang, Baru Tahap Sosialisasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tolitoli, TABEnews.com,– Potensi sumber daya alam di Desa Bajugan dan Galumpang, Kecamatan Galang, mulai dilirik oleh dua perusahaan yang berminat mengelola batuan pecah. Hal itu ditandai dengan digelarnya sosialisasi bersama aparat kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat, Kamis (28/8).

Penjabat (Pj) Kepala Desa Bajugan, Moh Ardiansyah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya minat dua perusahaan yang ingin mengolah potensi batuan di wilayahnya. Namun ia menegaskan bahwa langkah tersebut masih sebatas sosialisasi awal.

Advertising
banner 325x300
Advertising

“Memang sudah ada dua perusahaan yang datang melakukan sosialisasi. Mereka memperkenalkan rencana usaha dan menjelaskan mekanisme yang akan ditempuh jika nantinya melanjutkan ke tahap berikutnya,” ungkap Ardiansyah.

Menurutnya, pertemuan itu dihadiri oleh berbagai unsur mulai dari aparat kecamatan, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap informasi dapat diterima secara terbuka dan transparan oleh masyarakat.

Ardiansyah juga menyebutkan, pemerintah desa memberikan apresiasi terhadap niat baik perusahaan yang berupaya lebih dulu menyosialisasikan rencana mereka. “Kami menghargai upaya ini. Silakan saja perusahaan masuk, asalkan tetap mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Galang sendiri turut memberikan dukungan positif terhadap langkah awal tersebut. Aparat kecamatan berharap, jika rencana pengelolaan batuan ini benar-benar terealisasi, maka masyarakat sekitar juga bisa merasakan manfaat secara langsung.

Meski begitu, beberapa tokoh masyarakat masih menekankan pentingnya kehati-hatian. Mereka berharap agar kajian lingkungan dilakukan secara serius sebelum izin diberikan. “Yang kami inginkan jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton. Harus ada dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar,” ujar salah satu tokoh yang hadir.

Dua perusahaan yang hadir dalam sosialisasi belum menyebutkan secara detail rencana teknis, kapasitas produksi, maupun luasan area yang akan digarap. Mereka hanya menegaskan keseriusannya untuk mengikuti prosedur sesuai mekanisme pemerintah daerah.

Bagi sebagian warga, kabar ini membuka harapan akan adanya peluang kerja baru dan tambahan penghasilan. Namun tidak sedikit pula yang mengingatkan tentang risiko kerusakan lingkungan yang perlu diantisipasi sejak dini.

Saat ini, proses baru sebatas pengenalan dan komunikasi awal. Belum ada kepastian kapan izin resmi maupun kegiatan eksplorasi bisa dimulai. Semua masih menunggu tindak lanjut dari pihak perusahaan sekaligus rekomendasi teknis dari instansi berwenang.

Dengan potensi sumber daya yang dimiliki Bajugan dan Galumpang, masyarakat berharap pengelolaan batuan pecah nantinya dapat menjadi peluang pembangunan baru, namun tetap menjaga keseimbangan lingkungan serta memberikan manfaat nyata bagi warga desa.

FAJRIN/tabenews

Example 468x60
Example 120x600