Buol, Tabenews.com — Keluhan terhadap pelayanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pogogul, Kabupaten Buol, kembali mencuat ke publik. Kali ini, seorang guru di Kecamatan Gadung menjadi korban “kesalahan sistem” misterius yang membuat gajinya terpotong melebihi angsuran pinjaman selama dua bulan berturut-turut.
Guru berinisial TR mengaku kecewa dan merasa dirugikan atas kejadian tersebut. Menurutnya, sejak Oktober hingga November 2025, gaji yang seharusnya diterimanya berkurang tanpa adanya penjelasan dan penyelesaian yang jelas dari pihak bank.
“Saya sudah dua kali gaji terpotong lebih dari jumlah angsuran. Waktu saya tanyakan, katanya hanya kesalahan sistem, tapi sampai sekarang tidak ada penyelesaian,” ungkap TR dengan nada kecewa.
Ketika dikonfirmasi pada Senin (6 Oktober 2025), pihak administrasi BRI Pogogul yang diwakili Ririn menjelaskan bahwa permasalahan tersebut disebabkan oleh adanya “kesalahan input” antara BRI dan Bank Sulteng, yang terjadi sejak proses pemindahan rekening gaji ASN dari BRI ke Bank Sulteng.
“Kami mohon maaf, ada kesalahan sistem saat proses penginputan. Perbaikan sedang dilakukan, kemungkinan selesai dalam satu minggu setelah laporan,” jelas Ririn kala itu.
Namun, janji penyelesaian tersebut tak kunjung terealisasi. Satu bulan berlalu, potongan gaji berlebih kembali terjadi pada November 2025, tanpa adanya tindak lanjut maupun klarifikasi resmi dari pihak bank.
Kondisi ini menambah panjang daftar keluhan terhadap BRI Pogogul, yang sebelumnya juga sempat menuai kritik keras dari masyarakat akibat dugaan penyimpangan dana nasabah dan pelayanan yang dinilai buruk.
Tak sedikit pihak menduga bahwa dalih “kesalahan sistem” hanyalah bentuk pengalihan isu untuk menutupi kemungkinan praktik manipulatif di internal bank. Sejumlah sumber di lapangan bahkan menyebut peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai modus pencurian halus berkedok kesalahan sistem perbankan.
“Kalau benar ada unsur kesengajaan, ini bukan lagi salah input, tapi pencurian uang berkedok sistem perbankan,” tegas TR.
Atas peristiwa ini, sejumlah guru dan ASN di Kabupaten Buol mendesak agar Kantor Wilayah BRI Sulawesi Tengah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera melakukan audit dan investigasi terhadap kemungkinan adanya penyalahgunaan dana di BRI Cabang Pogogul.
Kasus ini dinilai bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik dan keamanan dana nasabah di wilayah Buol.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI Pogogul belum memberikan klarifikasi lanjutan terkait lambatnya penanganan kasus serta dugaan manipulasi potongan gaji nasabah yang terjadi.
Redaksi









