Buol, TabeNews.com – Diskusi publik yang berlangsung di WhatsApp Grup Kanal Aspirasi Warga Buol pada Senin (13/4/2026) menghasilkan sejumlah catatan penting dan rekomendasi strategis terkait refleksi jasa para tokoh pendiri Kabupaten Buol.
Kegiatan yang mengangkat tema “Refleksi Mengenang Kembali Jasa Tokoh Pendiri Kabupaten Buol” ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, sarat makna, serta menjunjung tinggi nilai adab dan kebersamaan. Diskusi tersebut dipandu langsung oleh Admin Grup, Suleman Dj. Latantu.
Dalam pengantarnya, Suleman menyampaikan bahwa ruang diskusi ini menjadi wadah untuk merajut kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah panjang perjuangan berdirinya Kabupaten Buol.
“Buol hari ini berdiri di atas doa, air mata, keberanian, dan pengorbanan para pendahulu. Ini bukan sekadar narasi sejarah, tetapi fondasi moral yang harus terus kita jaga,” ungkapnya.
Dari berbagai pandangan yang disampaikan peserta, mengerucut satu benang merah bahwa tokoh-tokoh pendiri seperti almarhum Ir. Abdul Karim Mbow, H. Ibrahim Timumun, serta pejuang lainnya merupakan sosok penting yang tidak hanya layak dikenang, tetapi juga dijadikan sumber inspirasi dalam pembangunan daerah.
Diskusi menegaskan bahwa penghargaan terhadap para pendiri tidak cukup hanya dengan mengenang nama, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Di antaranya melalui penguatan integritas, pembangunan sumber daya manusia (SDM), pelestarian budaya lokal, serta penciptaan ruang investasi yang adil dan berkelanjutan.
Selain itu, peserta juga menyoroti pentingnya memastikan generasi muda Buol tetap terhubung dengan sejarah dan jati diri daerahnya, agar tidak tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Sejumlah usulan konstruktif turut mengemuka dalam diskusi tersebut, antara lain:
• Pendokumentasian sejarah perjuangan para tokoh pendiri secara sistematis
• Menghadirkan keluarga tokoh dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buol
• Revitalisasi budaya lokal sebagai identitas daerah
• Pembangunan monumen pemekaran sebagai simbol sejarah
• Penguatan sektor pendidikan dan pengembangan kampus sebagai pusat lahirnya SDM unggul.
Para peserta menilai bahwa memori kolektif masyarakat Buol masih hidup dan harus terus dirawat sebagai sumber inspirasi dalam membangun masa depan.
Sebagai hasil akhir, forum diskusi menghasilkan beberapa rekomendasi penting kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, yakni:
1. Menghadirkan anak atau keturunan para tokoh pendiri dalam setiap momentum HUT Kabupaten Buol.
2. Membacakan peran dan jasa para tokoh dalam rangkaian kegiatan HUT.
3. Menginternalisasikan nilai moral call, moral knowing, moral feeling, dan moral action sebagai pembelajaran bagi generasi muda.
4. Menyusun program penulisan dan pencetakan buku sejarah perjuangan tokoh pendiri melalui pembentukan tim khusus yang melibatkan tokoh dan akademisi.
5. Menjaga Akar, Menatap Masa Depan.
Diskusi ini menyimpulkan bahwa mengenang sejarah bukan untuk terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan untuk menjadikan nilai keikhlasan, ketulusan, dan pengabdian sebagai kompas pembangunan daerah ke depan.
“Daerah yang besar adalah daerah yang tidak melupakan akar sejarahnya, namun juga berani menanam benih peradaban baru,” demikian salah satu poin refleksi yang mengemuka.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Buol terhadap pentingnya sejarah sebagai fondasi moral dan arah pembangunan yang berkelanjutan.
Di akhir diskusi, Suleman Dj. Latantu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif dan kontribusi pemikiran yang konstruktif.
“Semoga setiap gagasan yang lahir menjadi amal jariyah pemikiran dan energi moral untuk mewujudkan Buol yang agamis, berbudaya, maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Redaksi









